Pada tanggal 2 Desember, Kepolisian Distrik Binh Giang (Provinsi Hai Duong ) berkoordinasi dengan pasukan fungsional untuk menyelidiki dan mengklarifikasi kasus Kepala Inspektur distrik ini yang mengendarai mobil ke aula pemakaman, yang mengakibatkan banyak orang terluka.
Mobil penyebab kecelakaan di lokasi kejadian. Foto: XM
Sebelumnya, sekitar pukul 13.57 tanggal 31 Desember 2024, di km0+100 Jalan Provinsi 392, Zona 1, Kota Ke Sat, Distrik Binh Giang, Tn. Vu Dinh H., Kepala Inspektur Distrik Binh Giang, yang mengemudikan mobil berplat nomor 34A-707.xx dari arah Phu menuju Ke Sat, menabrak tenda pemakaman yang didirikan oleh keluarga Tn. D.VT (lahir tahun 1967, berdomisili di Zona 1, Kota Ke Sat, Distrik Binh Giang) di jalan depan rumahnya. Akibatnya, 5 orang terluka.
Pihak berwenang awalnya menyimpulkan bahwa penyebabnya adalah kurangnya perhatian pengemudi dan menabrak tenda pemakaman yang didirikan di seberang jalan dari arah mobil melaju. Selain itu, penyebabnya juga berasal dari keluarga Tn. D.VT yang mendirikan tenda di Jalan Provinsi 392.
Menanggapi insiden tersebut, pengacara Dang Van Cuong, Kepala Kantor Hukum Chinh Phap, mengatakan bahwa kecelakaan lalu lintas tersebut sangat serius dan mengakibatkan banyak orang cedera. Pihak berwenang akan mengklarifikasi penyebab kecelakaan, mengklarifikasi konsekuensinya, dan mempertimbangkan penanganan pengemudi mobil sesuai ketentuan hukum.
Apabila tindakan tersebut ditetapkan sebagai kelalaian yang mengakibatkan kecelakaan dan konsekuensinya serius, dengan cedera korban mencapai 61% atau lebih, lembaga investigasi dapat menuntut pengemudi karena melanggar peraturan lalu lintas. Selain tuntutan pidana, petugas dapat dikenakan tindakan disipliner, bahkan mungkin pemecatan atau pengunduran diri paksa akibat pelanggaran hukum serius dan mengemudi di bawah pengaruh alkohol.
Selain menyelidiki perilaku pengemudi, pengacara Dang Van Cuong mengatakan bahwa pihak berwenang juga akan menyelidiki dan mengklarifikasi pendirian tenda pemakaman di jalan tersebut. Jika tidak disewa atau diizinkan oleh otoritas yang berwenang, tindakan tersebut dianggap sebagai penyerobotan jalan dan mengganggu lalu lintas. Pelakunya juga dapat dikenakan sanksi administratif atau tuntutan pidana, tergantung pada jenis pelanggaran dan konsekuensinya.
Selain itu, pihak berwajib juga memperhatikan tanggung jawab pemerintah daerah dalam melakukan penataan kawasan, pembinaan keselamatan dan ketertiban lalu lintas (apabila terjadi pelanggaran berupa pemasangan tenda), sekaligus menghimbau kepada masyarakat agar mematuhi peraturan lalu lintas, tidak melintasi bahu jalan atau trotoar untuk menyelenggarakan acara pemakaman, pernikahan, maupun ulang tahun pribadi.
Setelah kecelakaan tersebut, Bapak Le Ngoc Chau, Ketua Komite Rakyat Provinsi Hai Duong, menugaskan Kepolisian Distrik Binh Giang beserta instansi dan unit terkait untuk segera menyelidiki dan menindak tegas para pelanggar sesuai hukum. Selain itu, beliau meminta Komite Rakyat Distrik Binh Giang untuk mengklarifikasi dan mempertimbangkan tanggung jawab organisasi dan individu terkait yang mengizinkan warga mendirikan tenda pemakaman di jalan tersebut.
Komentar (0)