Pada akhir Maret 2026, Pengadilan Milami di Nairobi, Kenya, memanggil terdakwa Duncan Okaka Okonji (warga negara Kenya) atas tuduhan keterlibatan dalam kasus penipuan yang melibatkan jumlah hingga $600.000 (sekitar 15,8 miliar VND).

Terdakwa didakwa berdasarkan Pasal 317 Kitab Undang-Undang Pidana Kenya dengan "konspirasi untuk melakukan penipuan." Okonji mengaku tidak bersalah dan dibebaskan dengan jaminan sebesar 5 juta shilling, deposit 1 juta shilling, dan dua penjamin.

Skenario lintas batas yang sempurna.

Menurut berkas investigasi Departemen Investigasi Kriminal Kenya (DCI), insiden tersebut dimulai pada Oktober 2025 di Dubai. Korban adalah seorang investor Australia yang dikenalkan kepada seorang pria yang mengaku sebagai Marshall Morrison dan berpura-pura sebagai investor Amerika.

Morrison kemudian memperkenalkan korban kepada Okonji, yang mengaku dapat mengatur pengiriman emas seberat hingga 590 kg.

Gambar 1 (5).png
Penipuan emas adalah salah satu skema paling canggih yang menargetkan investor asing di Afrika. (Gambar: Gold Buyers Africa)

Untuk meningkatkan kredibilitas, Okonji membawa korban ke Tanzania, memungkinkannya untuk melihat langsung "tambang emas" yang diiklankan sedang beroperasi.

Setelah itu, kelompok tersebut membawa korban kembali ke Kenya, menyelenggarakan berbagai pertemuan, dan menyiapkan serangkaian dokumen yang dirancang untuk menciptakan ilusi legitimasi, yang menunjukkan bahwa pengiriman emas tersebut sedang dipersiapkan untuk diangkut ke Dubai.

Karena percaya bahwa transaksi tersebut sah, korban mentransfer $600.000 ke rekening sebuah firma hukum bernama Conrad Law Advocates LLC.