Harga kopi domestik terus menunjukkan tren penurunan.
Berdasarkan pengamatan pada pagi hari tanggal 17 Desember, harga kopi di provinsi-provinsi Dataran Tinggi Tengah terus mengalami penurunan tajam, sebesar 1.600 hingga 2.200 VND/kg dibandingkan kemarin. Saat ini, harga beli rata-rata di wilayah tersebut berkisar antara 94.500 hingga 95.300 VND/kg, level terendah sejak awal bulan.
| Lokal | Harga (VND/kg) | Perubahan (VND/kg) |
|---|---|---|
| Dak Lak | 95.300 | -2.000 |
| Gia Lai | 95.200 | -1.600 |
| Lam Dong | 94.500 | -2.200 |
Tekanan harga domestik terutama berasal dari perkembangan negatif di pasar global. Selain itu, panen di Vietnam berjalan lancar, menyebabkan pasokan yang semakin melimpah di pasar. Sentimen kehati-hatian para pedagang dan pelaku bisnis ekspor juga berkontribusi pada perlambatan daya beli.

Pasar global dibanjiri warna merah.
Di pasar internasional, harga kopi di kedua bursa utama mencatat penurunan yang signifikan. Pada penutupan perdagangan tanggal 16 Desember, harga kopi Robusta di bursa London untuk pengiriman Januari 2026 secara resmi turun di bawah angka $4.000/ton.
- Di bursa London: Kontrak berjangka kopi robusta untuk pengiriman Januari 2026 turun sebesar $107/ton, atau 2,64%, menjadi $3.935/ton. Kontrak Maret 2026 juga turun sebesar 2,31%, menjadi $3.832/ton.
- Di bursa New York: Harga kopi arabika untuk pengiriman Desember 2025 turun sebesar 8,4 sen AS/pon, atau 2,16%, menjadi 379,3 sen AS/pon. Kontrak Maret 2026 turun sebesar 2,27%, menjadi 352,1 sen AS/pon.
Menurut Reuters, harga Robusta melemah tajam di tengah panen yang menguntungkan di Vietnam, produsen terbesar di dunia. Pada saat yang sama, ekspor kopi dari Brasil mulai pulih setelah pemerintah AS membatalkan keputusannya untuk mengenakan tarif. Data menunjukkan bahwa ekspor Brasil pada awal Desember hanya turun 5,1% dibandingkan tahun sebelumnya, peningkatan yang signifikan dari penurunan 25,6% pada bulan sebelumnya.
Prospek pasokan yang melimpah.
Faktor-faktor makroekonomi memperkuat prospek pasokan global yang melimpah secara berkelanjutan. Menurut perusahaan konsultan Safras & Mercado, per tanggal 10 Desember, Brasil telah menjual sekitar 69% dari hasil panen kopi tahun 2025–2026.
Dari perspektif jangka panjang, Citi Bank memperkirakan harga kopi dapat turun menjadi $3 per pon dalam 12 bulan ke depan. Penilaian ini didasarkan pada penghapusan hambatan perdagangan dan pasokan yang tetap tinggi dari negara-negara produsen utama. Selain itu, kemungkinan Uni Eropa menunda implementasi Peraturan Anti-Deforestasi (EUDR) selama satu tahun lagi juga mengurangi tekanan pada bisnis, sehingga meningkatkan pasokan dalam jangka pendek.
Sumber: https://baodanang.vn/gia-ca-phe-1712-dong-loat-giam-sau-robusta-mat-moc-4000-usd-3315209.html









Komentar (0)