Delapan tahun telah berlalu sejak seluruh negeri memulai "kampanye" untuk menghapus kartu kuning IUU, dan pelabuhan perikanan Quy Nhon dengan cepat menjadi gerbang vital untuk mengontrol secara ketat semua prosedur impor dan ekspor. Terutama, deklarasi informasi dan ketelusuran hasil laut telah didigitalisasi secara signifikan, secara bertahap menggantikan prosedur manual berbasis kertas, sehingga mempercepat dan meningkatkan transparansi.

Mengomentari perubahan di masyarakat, Bapak Nguyen Anh Dung, Wakil Direktur Badan Pengelola Pelabuhan Perikanan Provinsi Gia Lai , mengatakan: “Hingga saat ini, masyarakat nelayan memiliki pemahaman yang mendalam tentang upaya memerangi penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur (IUU). Bahkan selama liburan Tet, para nelayan tetap secara sukarela dan sangat baik mematuhi pelaporan jadwal mereka dan pencatatan hasil tangkapan ikan.”

Bersama dengan Badan Pengelola Pelabuhan, Pasukan Penjaga Perbatasan Provinsi Gia Lai juga mempertahankan sikap manajemen yang solid. Di lokasi-lokasi penting seperti Quy Nhon, De Gi, dan Tam Quan, pos dan stasiun perbatasan mempertahankan 100% personelnya dalam keadaan bertugas.
Semua kapal menjalani verifikasi ketat terhadap dokumentasi dan peralatan keselamatannya sebelum berlayar. Secara khusus, sistem pelacakan kapal (VMS) dioperasikan pada kapasitas maksimum untuk memantau kapal penangkap ikan lepas pantai secara cermat, dan segera memberi peringatan kepada kapal mana pun yang berisiko kehilangan sinyal.

Dalam memimpin operasi di lokasi, Letnan Kolonel Vu Duc Tue, Komandan Pos Penjaga Perbatasan Pelabuhan Quy Nhon, menegaskan bahwa unit tersebut selalu berpegang pada semangat pengawasan yang ketat dan berkelanjutan, sekaligus menciptakan kondisi yang paling menguntungkan dalam hal prosedur sehingga para nelayan dapat merasa aman berada di laut dan mencapai efisiensi ekonomi yang tinggi.

Pengawasan ketat dari pihak berwenang telah menjadi fondasi yang kokoh, memperkuat rasa hormat terhadap hukum di kalangan nelayan. Siap untuk perjalanan penangkapan ikan pertama tahun ini, Bapak Nguyen No, Kapten kapal penangkap ikan BD 97405, menegaskan: “Berkat dukungan penuh dari berbagai instansi, kami merasa sangat aman dalam pekerjaan kami. Para nelayan selalu saling mengingatkan untuk hanya menangkap ikan di perairan sendiri, sama sekali tidak melanggar perairan asing, dan mematuhi hukum untuk membantu Negara melindungi laut dan pulau-pulau kita.”

Sinergi antara rasa tanggung jawab pasukan garda depan dan komitmen nelayan terhadap penangkapan ikan yang sah menciptakan sinyal positif bagi sektor perikanan. Setiap perjalanan penangkapan ikan selama musim semi kini tidak hanya membawa aspirasi untuk pembangunan perikanan berkelanjutan, tetapi juga berfungsi sebagai "tonggak sejarah" yang tangguh yang melindungi kedaulatan suci laut dan pulau-pulau negara.
Sumber: https://baophapluat.vn/gia-lai-quyet-tam-go-the-vang-thuy-san-iuu.html







Komentar (0)