
Pada perdagangan tanggal 27 Mei (waktu setempat), harga emas dunia turun tajam karena tekanan dari ekspektasi bahwa AS akan terus memperketat kebijakan moneter untuk menekan inflasi. Harga emas spot turun 2,1% menjadi $4.407 per ons, level terendah sejak akhir Maret 2016.
Sebaliknya, setelah anjlok lebih dari 5%, harga minyak dunia berbalik arah dan naik karena pasar fokus pada perkembangan baru dalam negosiasi antara AS dan Iran. Secara spesifik, minyak mentah Brent naik 1,76%, ditutup pada $95,95 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga meningkat 1,7%, mencapai $90,19 per barel.
Di AS, saham-saham Wall Street melanjutkan tren kenaikannya. Dow Jones Industrial Average naik 0,4% ke rekor tertinggi 50.644 poin, didorong oleh kenaikan saham sektor kesehatan dan barang konsumsi. S&P 500 naik 0,02%, sementara Nasdaq Composite naik 0,1%.
Pasar memperkirakan bahwa Federal Reserve AS (FED) mungkin akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin lagi pada akhir tahun ini. Investor menunggu rilis data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) pada tanggal 28 Mei untuk menilai lebih lanjut prospek kebijakan moneter.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/gia-vang-giam-manh-chung-khoan-my-lap-ky-luc-post854743.html








Komentar (0)