![]() |
| Optimisme investor kembali, mendorong ketiga indeks utama Wall Street mencapai rekor penutupan tertinggi baru pada tanggal 27 Mei. |
Pasar saham AS terus mencetak sejarah pada tanggal 27 Mei (waktu AS), dengan ketiga indeks utama – Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq Composite – ditutup pada level tertinggi sepanjang masa. Momentum kenaikan pasar didukung oleh hasil pendapatan perusahaan yang positif, imbal hasil obligasi yang lebih rendah, dan ekspektasi meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Pada penutupan perdagangan, Dow Jones Industrial Average naik 182,6 poin, atau 0,36%, menjadi 50.644,28, level penutupan tertinggi dalam sejarahnya. S&P 500 naik tipis 1,24 poin menjadi 7.520,36, sementara Nasdaq Composite naik 18,55 poin menjadi 26.674,74. Ini juga menandai pertama kalinya pada tahun 2026 ketiga indeks utama Wall Street ditutup pada level tertinggi sepanjang masa.
Sementara itu, indeks Russell 2000, yang mewakili perusahaan-perusahaan berkapitalisasi kecil, turun kurang dari 0,1% menjadi 2.919,94 poin. Meskipun demikian, tren pasar secara keseluruhan tetap positif karena aliran modal yang kuat terus mengalir ke pasar saham AS.
Sesi perdagangan pada tanggal 27 Mei juga secara jelas mencerminkan pergeseran tren aliran modal. Setelah periode pertumbuhan pesat yang berkepanjangan pada saham teknologi dan kecerdasan buatan (AI), investor mulai mengalihkan portofolio mereka ke saham defensif dan perusahaan dengan fondasi keuntungan yang lebih stabil.
Menurut Reuters, sektor barang konsumsi pokok dan perawatan kesehatan menjadi pendorong signifikan yang mendukung indeks Dow Jones. Saham Procter & Gamble naik lebih dari 3%, sementara UnitedHealth naik hampir 2%. Sebaliknya, sektor semikonduktor dan teknologi menghadapi tekanan aksi ambil untung yang cukup besar setelah kenaikan sebelumnya. Qualcomm turun sekitar 6%, Marvell kehilangan hampir 5%, Nvidia turun sekitar 1%, dan Intel turun lebih dari 1%.
Para ahli percaya bahwa ini terutama merupakan restrukturisasi portofolio jangka pendek dan bukan sinyal negatif untuk prospek teknologi. Gelombang investasi dalam AI, komputasi awan, dan pusat data masih dianggap sebagai pendorong pertumbuhan jangka panjang yang penting bagi pasar AS selama bertahun-tahun mendatang.
Salah satu faktor yang sangat mendukung sentimen investor adalah meredanya ketegangan di Timur Tengah. Menurut laporan dari AP, Reuters, dan CNN, negosiasi antara AS dan Iran menunjukkan tanda-tanda yang lebih positif, meningkatkan ekspektasi bahwa risiko gangguan terhadap pasokan minyak global akan berkurang.
Berita ini langsung berdampak pada pasar energi, dengan harga minyak mentah anjlok lebih dari 4% dalam sesi perdagangan. Saham-saham energi di S&P 500 pun turun sekitar 1,5%. Namun, investor saham memandang perkembangan ini sebagai pertanda positif karena harga minyak yang lebih rendah akan membantu mengurangi tekanan inflasi di AS.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS juga sedikit turun selama sesi perdagangan, yang semakin mendukung sentimen pasar. Investor memperkirakan bahwa jika inflasi tetap stabil, Federal Reserve akan memiliki lebih banyak ruang untuk mempertahankan kebijakan moneter yang kurang ketat di masa mendatang. Ini merupakan faktor yang sangat penting bagi valuasi saham dalam konteks pasar yang telah meningkat tajam selama beberapa bulan terakhir.
Musim laporan keuangan kuartal kedua tahun 2026 terus memberikan dorongan bagi pasar. Beberapa bisnis ritel telah melaporkan keuntungan yang melebihi ekspektasi analis, menunjukkan bahwa pengeluaran konsumen di AS tetap relatif kuat meskipun lingkungan suku bunga tinggi yang berkepanjangan.
Saham Bath & Body Works dan Abercrombie & Fitch sama-sama melonjak setelah laporan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan. Hal ini membantu meningkatkan kepercayaan bahwa ekonomi AS tetap relatif tangguh terhadap tekanan inflasi dan biaya modal yang tinggi.
Meskipun demikian, pasar masih menunjukkan beberapa penurunan yang signifikan. Saham Zscaler anjlok lebih dari 30% setelah perusahaan mengeluarkan perkiraan pendapatan yang kurang optimis. GlobalFoundries turun hampir 10% karena berita terkait rencana penjualan saham skala besar. Sementara itu, JPMorgan turun lebih dari 2% setelah CEO Jamie Dimon memperingatkan bahwa biaya operasional bank bisa lebih tinggi dari yang diperkirakan.
Menurut para ahli di Goldman Sachs, prospek pendapatan perusahaan AS tetap relatif positif dan dapat terus mendukung pasar pada paruh kedua tahun 2026. Yang perlu diperhatikan, Goldman Sachs telah menaikkan target akhir tahun untuk S&P 500 menjadi 8.000 poin, yang mencerminkan kepercayaan pada kemampuan ekonomi AS untuk mempertahankan pertumbuhan yang stabil meskipun terdapat banyak risiko global.
Meskipun demikian, investor tetap berhati-hati menjelang rilis data ekonomi penting yang akan datang, khususnya inflasi dan pasar tenaga kerja AS. Faktor-faktor ini akan sangat memengaruhi arah kebijakan moneter The Fed serta aliran dana di pasar keuangan global dalam periode mendatang.
Sumber: https://thoibaonganhang.vn/pho-wall-tiep-tiep-lap-dinh-lich-su-182659.html









Komentar (0)