
Selama pertemuan tersebut, Ketua Majelis Nasional meminta komite untuk mengklarifikasi efektivitas model organisasi baru setelah direstrukturisasi menjadi komite Majelis Nasional; untuk menilai apakah konsolidasi badan petisi warga dan pengawasan telah menciptakan kekuatan sinergis; dan untuk mengidentifikasi hambatan dalam kewenangan, prosedur, sumber daya manusia, data, dan koordinasi antar lembaga.
Terkait penanganan petisi warga, Ketua Majelis Nasional meminta agar hal itu tidak hanya sebatas menerima, mengklasifikasikan, meneruskan petisi, dan menyusun rekomendasi; tetapi juga perlu mengklarifikasi kasus-kasus yang belum terselesaikan dan berlarut-larut, alasan keterlambatan penyelesaian, tanggung jawab otoritas yang berwenang, dan mekanisme pemantauan setelah petisi diteruskan.

Terkait kegiatan pengawasan, Ketua Majelis Nasional meminta komite untuk mengklarifikasi kriteria pemilihan topik pengawasan dan mengukur hasil implementasi rekomendasi setelah pengawasan. Menurut Ketua, efektivitas pengawasan tidak terletak pada pengorganisasian banyak tim inspeksi langsung, melainkan pada menghubungkan dan memanfaatkan basis data nasional bersama, serta basis data kementerian, sektor, dan daerah, untuk mengidentifikasi masalah.
Untuk isu-isu sosial mendesak seperti keamanan pangan, barang palsu, barang tiruan, dan barang di bawah standar, komite perlu mendefinisikan secara jelas mekanisme untuk menghubungkan dan mengumpulkan informasi guna meningkatkan efektivitas pengawasan.

Dengan dua proyek utama yang menjadi landasan seluruh masa jabatan (proyek penguatan peran kepemimpinan Partai dalam kegiatan pengawasan Majelis Nasional dan Dewan Rakyat, dan proyek orientasi pengawasan utama untuk masa jabatan Majelis Nasional ke-16), Ketua Majelis Nasional meminta komite untuk menetapkan pola pikir pengawasan yang baru: pengawasan untuk menghilangkan hambatan, membuka sumber daya, meningkatkan efektivitas tata kelola, dan melayani pembangunan nasional.
Ketua Majelis Nasional menekankan bahwa Komite Petisi dan Pengawasan Warga Negara harus menjadi pilar dalam kegiatan pengawasan Majelis Nasional; secara efektif menyelaraskan dan berkoordinasi dengan kegiatan pengawasan Dewan Etnis Nasional dan komite lainnya; membedakan secara jelas antara pengawasan tertinggi Majelis Nasional, pengawasan tematik Komite Tetap Majelis Nasional, dan kegiatan pengawasan reguler.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/giam-sat-de-thao-go-diem-nghen-khoi-thong-nguon-luc-post854331.html








Komentar (0)