Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Keterampilan dan kualifikasi apa yang dibutuhkan oleh para profesional keamanan siber di era AI?

Pendiri Kaspersky percaya bahwa anak muda yang ingin berkarir di bidang keamanan siber membutuhkan fondasi yang kuat dalam matematika, pemikiran logis, dan kemampuan untuk terus belajar di era kecerdasan buatan (AI).

Báo Thanh niênBáo Thanh niên24/04/2026

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Thanh Nien di Kota Ho Chi Minh mengenai keamanan siber untuk bisnis dan pendidikan , Eugene Kaspersky, CEO Kaspersky, berpendapat bahwa tantangan sumber daya manusia di industri ini bukan berasal dari perangkat lunak atau alat, tetapi dari pola pikir mendasar. Menurutnya, karena ancaman siber terus berkembang dan AI semakin dieksploitasi oleh pihak pembela maupun penyerang, kaum muda yang ingin berkarir jangka panjang di bidang keamanan siber perlu mempersiapkan kompetensi inti sejak usia dini, dengan matematika sebagai fondasi yang paling penting.

Nhân lực an ninh mạng thời đại AI cần có những gì? - Ảnh 1.

Untuk meraih kesuksesan di bidang keamanan siber, anak muda terlebih dahulu membutuhkan fondasi yang kuat dalam matematika - demikian disampaikan CEO Kaspersky.

FOTO: KONTRIBUTOR

Ia mengamati bahwa kesadaran pengguna terhadap keamanan siber kini lebih baik daripada sebelumnya, karena setelah lebih dari 30 tahun hidup dengan internet, sebagian besar orang memahami bahwa teknologi digital membawa kemudahan sekaligus risiko. Namun, ancaman siber tidak statis. Setiap tahun, metode serangan baru muncul, mulai dari skenario yang menargetkan sistem industri hingga mengeksploitasi AI dan deepfake untuk meningkatkan efektivitas penipuan. Menurut Eugene, ini berarti bahwa pembelajaran di bidang keamanan siber tidak dapat berhenti pada pengetahuan dasar atau pengalaman masa lalu.

Matematika adalah dasar dari pemikiran keamanan siber.

Ketika ditanya apa yang seharusnya diajarkan kepada siswa sejak dini untuk mempersiapkan mereka berkarir di bidang keamanan siber, CEO Kaspersky, Eugene, memberikan jawaban langsung: matematika. Menurutnya, matematika bukan hanya sebuah mata pelajaran, tetapi juga alat yang membantu membentuk struktur berpikir, kemampuan penalaran logis, dan pendekatan sistematis dalam pemecahan masalah.

Dari perspektif ini, matematika tidak hanya bermanfaat bagi para insinyur atau peneliti, tetapi juga membentuk dasar bagi berbagai jalur karier yang berbeda. Khususnya di bidang keamanan siber, basis pengetahuan ini memungkinkan mahasiswa untuk mempelajari teknologi lebih dalam, mulai dari analisis data dan pengembangan algoritma hingga pengembangan sistem AI. Dalam konteks perkembangan AI yang pesat, pasar membutuhkan tidak hanya orang-orang yang tahu cara menggunakan alat-alat tersebut, tetapi juga mereka yang dapat berpartisipasi dalam membangunnya.

Pesan ini juga mengungkapkan perspektifnya yang cukup jelas tentang pendidikan keamanan siber. Alih-alih mengejar keterampilan jangka pendek atau alat-alat populer, para pelajar perlu membangun fondasi pemikiran yang kokoh untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi. Jika mereka memiliki keterampilan berpikir matematis, kaum muda akan memiliki keuntungan signifikan ketika memasuki bidang yang membutuhkan analisis mendalam seperti AI atau keamanan.

Para profesional keamanan siber di era AI harus terus belajar dan memiliki keterampilan investigasi dan analitis.

Di luar landasan matematika, Eugene percaya bahwa para profesional keamanan siber di era baru harus menerima kenyataan bahwa ini adalah proses pembelajaran berkelanjutan. Menurutnya, keamanan siber bukanlah proyek dengan titik akhir, melainkan sebuah proses. Ancaman berubah dari tahun ke tahun, sehingga para profesional di bidang ini harus terus memperbarui pengetahuan, keterampilan, dan metode respons mereka.

Nhân lực an ninh mạng thời đại AI cần có những gì? - Ảnh 2.

Para profesional keamanan siber di era AI tidak hanya membutuhkan keterampilan teknis, tetapi juga proses pembelajaran, analisis, dan adaptasi yang berkelanjutan terhadap metode serangan baru.

FOTO: KONTRIBUTOR

Keamanan siber bukan hanya tentang teknologi. Dalam banyak serangan yang berhasil, unsur manusia tetap menjadi mata rantai penting, di samping kerentanan teknis. Penipuan rekayasa sosial, tautan berbahaya, dan deepfake menunjukkan bahwa bahkan satu kesalahan pengguna dapat membuka jalan bagi penyerang. Oleh karena itu, menurutnya, pelatihan kesadaran keamanan siber harus berjalan seiring dengan pelatihan profesional.

Di tingkat profesional, para profesional keamanan siber saat ini juga harus memiliki keterampilan investigasi dan analitis. Bidang ini membutuhkan individu yang mampu mengembangkan teknologi baru dan mereka yang dapat melacak penyerang, memahami motif mereka, dan memprediksi langkah selanjutnya. Dengan kata lain, industri ini tidak hanya membutuhkan orang yang tahu cara membangun sistem, tetapi juga orang yang dapat "membaca" bagaimana lawan bertindak di dunia maya.

Dari pengamatan tersebut, pesannya kepada para mahasiswa cukup jelas: untuk berkecimpung di bidang keamanan siber di era AI, seseorang tidak bisa hanya belajar menggunakan alat-alat. Lebih penting lagi, mereka harus mengembangkan pemikiran logis, mempertahankan kebiasaan belajar terus-menerus, dan mempersiapkan diri untuk bidang yang terus berkembang di mana pengetahuan teknis harus berjalan seiring dengan kemampuan untuk menganalisis perilaku manusia dan skenario serangan.

Sumber: https://thanhnien.vn/nhan-luc-an-ninh-mang-thoi-dai-ai-can-co-nhung-gi-185260423095624996.htm


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Nét xưa

Nét xưa

Vietnam di Hatiku

Vietnam di Hatiku

Rasakan pengalaman Tet Vietnam (Tahun Baru Imlek)

Rasakan pengalaman Tet Vietnam (Tahun Baru Imlek)