Dalam kerangka proyek penelitian tingkat Akademik untuk tahun akademik 2025-2026, kelompok penelitian Fakultas Ilmu Sosial melakukan studi kasus di Hanoi yang berfokus terutama pada kaum muda. Setelah 12 bulan pelaksanaan, hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan perkembangan teknologi digital, norma dan bentuk komunikasi tradisional dalam keluarga mengalami penyesuaian yang signifikan, terutama di kalangan kaum muda – kelompok yang dipengaruhi oleh nilai-nilai keluarga dan sangat terdampak oleh lingkungan media digital. Cara kaum muda berkomunikasi dalam keluarga mereka tidak hanya mencerminkan sejauh mana mereka mempertahankan nilai-nilai tradisional tetapi juga menunjukkan proses adaptasi, negosiasi, dan restrukturisasi norma komunikasi dalam kehidupan modern. Komunikasi keluarga di kalangan kaum muda saat ini bersifat transisional, memadukan unsur tradisional dan modern. Dalam situasi formal seperti menyapa orang tua, menerima tamu, atau selama liburan, harapan komunikasi tradisional tetap cukup menonjol. Sebaliknya, dalam interaksi sehari-hari seperti diskusi keluarga, menyampaikan pendapat, atau menggunakan teknologi, norma menjadi lebih fleksibel dan tersebar, mencerminkan adaptasi keluarga terhadap digitalisasi kehidupan sosial.
![]() |
| Gambar ilustrasi: Komunikasi keluarga di era digital . |
Penelitian juga menunjukkan bahwa hubungan antara penggunaan teknologi digital dan berbagi dalam keluarga bersifat kompleks, bergantung pada konteks dan bukan sekadar hubungan linier sederhana. Teknologi dapat mendukung koneksi dan menjaga interaksi antar anggota keluarga, tetapi juga meningkatkan risiko penurunan komunikasi tatap muka ketika penggunaannya menjadi lebih personal. Fenomena "phubbing"—memprioritaskan perangkat digital daripada interaksi tatap muka—dapat mengurangi kualitas komunikasi dan rasa ikatan keluarga. Namun, dampak teknologi tidak sepenuhnya negatif, tetapi sangat bergantung pada tujuan, isi, dan cara penggunaan dalam setiap konteks keluarga tertentu.
Data kualitatif dari wawancara mendalam dalam penelitian ini juga mengungkapkan perbedaan generasi dalam akses teknologi, tidak hanya pada tingkat penggunaan tetapi juga pada bagaimana generasi memberikan makna dan menetapkan norma untuk teknologi dalam kehidupan keluarga. Sementara kaum muda memandang teknologi sebagai ruang untuk hiburan, koneksi, dan ekspresi diri, orang tua seringkali mendekati teknologi secara fungsional, terkait dengan komunikasi dan pengelolaan kehidupan sehari-hari. Perbedaan ini menjadi sumber ketegangan antar generasi dalam komunikasi keluarga. Namun, ketegangan ini seringkali diselesaikan melalui negosiasi, adaptasi, dan penyesuaian bersama daripada konflik langsung yang berkepanjangan, sehingga menunjukkan peran proaktif kaum muda dalam menjaga keharmonisan keluarga. Lebih lanjut, teknologi digital bertindak sebagai ruang perantara untuk komunikasi keluarga. Aktivitas teknologi bersama seperti menonton konten digital, berbagi informasi, atau berkomunikasi secara tidak langsung melalui pesan teks telah membentuk cara-cara baru berinteraksi, berkontribusi untuk menjaga hubungan antar anggota keluarga. Pada saat yang sama, nilai-nilai tradisional seperti makan bersama keluarga, saling menghormati, dan kepedulian terus dilestarikan, meskipun telah disesuaikan untuk beradaptasi dengan era digital. Temuan penelitian menegaskan bahwa teknologi digital tidak selalu melemahkan identitas keluarga, melainkan berperan dalam restrukturisasi bentuk komunikasi dan pemeliharaan nilai-nilai keluarga dalam masyarakat modern. Efektivitas teknologi terhadap komunikasi keluarga terutama bergantung pada bagaimana keluarga mengintegrasikan teknologi ke dalam kehidupan sehari-hari mereka, serta kemampuan mereka untuk bernegosiasi dan menetapkan norma penggunaan yang tepat antar generasi.
Temuan penelitian dari proyek ini dipublikasikan dalam dua artikel: "Dampak Teknologi Digital pada Komunikasi Keluarga," Jurnal Promosi Kewarganegaraan dan Pembelajaran, Juni 2025, hlm. 112 dan "Komunikasi Keluarga Kaum Muda Dilihat dari Situasi Kehidupan Sehari-hari," Jurnal Promosi Kewarganegaraan dan Pembelajaran, Januari 2026, hlm. 101-102.
Nguyen Thi Thu Ha - Tran Thanh Huong dan tim peneliti dari Fakultas Ilmu Sosial
Sumber: https://vnua.edu.vn/tin-tuc-su-kien/tin-hoat-dong-khac/giao-tiep-gia-dinh-trong-boi-canh-cong-nghe-so-58587









Komentar (0)