Lloyd Ellis (30 tahun) dulunya adalah seorang guru yang mengajarkan keterampilan hidup kepada siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler. Pada tahun 2022, Ellis diselidiki oleh pihak berwenang dan terbukti telah melakukan hubungan seksual dengan seorang siswi di sekolah tersebut. Lloyd Ellis memanfaatkan posisinya sebagai guru siswi tersebut untuk mendapatkan kasih sayang korban.
Setelah dinyatakan bersalah atas kejahatan dan pelanggaran serius terhadap etika profesional, Lloyd Ellis dijatuhi hukuman 14 bulan penjara dan 2 tahun masa percobaan.
Sekolah Asrama Abbotsholme terletak di kota Rocester, daerah Staffordshire, Inggris (Foto: DM).
Otoritas Regulasi Guru Inggris (TRA) kini terus memberikan kesimpulan tentang aktivitas profesional Lloyd Ellis di masa mendatang. TRA meyakini bahwa Lloyd Ellis telah memanfaatkan posisinya untuk melakukan tindakan ilegal yang bertentangan dengan nilai-nilai etika profesi guru, sehingga Ellis akan dilarang bekerja sebagai guru secara permanen.
Badan tersebut juga mengakui bahwa perilaku kriminal Lloyd Ellis telah menciptakan opini publik yang negatif, sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang perlindungan siswa di sekolah, yang seharusnya menjadi tempat teraman bagi siswa.
Dalam kasus Lloyd Ellis, ia ditugaskan untuk mengajarkan keterampilan hidup kepada para siswa. Perilaku kriminal Ellis sepenuhnya bertentangan dengan tujuan terpenting dari pekerjaan mengajar yang diembannya.
Otoritas Regulasi Guru Inggris menekankan bahwa tindakan kriminal Lloyd Ellis dimotivasi dan direncanakan selama proses berlangsung. Setelah menjalani hukuman penjara, Ellis juga tidak menunjukkan bukti pertobatan, sehingga Otoritas Regulasi Guru Inggris memutuskan untuk melarang Lloyd Ellis mengajar secara permanen.
[iklan_2]
Sumber: https://dantri.com.vn/giao-duc/giao-vien-truong-noi-tru-bi-cam-day-vi-co-quan-he-tinh-ai-voi-nu-sinh-20240917125519664.htm
Komentar (0)