
Bapak Ha Van An - Ketua A&B Eco Green Joint Stock Company, mempresentasikan peran dan manfaat Greenmap bagi masyarakat - Foto: T. THANH
Membuat peta digital hijau nasional
Diluncurkan pada forum "Transformasi Ganda - Kekuatan Pendorong Pertumbuhan Ekonomi : Perspektif dari Kebijakan hingga Praktik," GreenMap dianggap oleh para ahli sebagai ekosistem komprehensif yang mengintegrasikan pariwisata hijau, keuangan hijau, komunitas hijau, dan tata kelola hijau, yang berkontribusi pada realisasi Strategi Pertumbuhan Hijau Nasional dan komitmen Net Zero pada tahun 2050.
Menurut Bapak Ha Van An, pendiri dan ketua A&B Eco Green Joint Stock Company: "Jika Google Maps membantu orang menemukan jalan mereka, maka GreenMap menunjukkan kepada kita bagaimana cara hidup." Pernyataan ini jelas mencerminkan semangat proyek ini: mengubah pariwisata hijau menjadi gerakan nasional, di mana teknologi menjadi jembatan antara kesadaran individu dan tanggung jawab sosial.
Di GreenMap, lebih dari 3.000 rute di 21 rencana perjalanan ramah lingkungan, bersama dengan ribuan "Titik Hijau"—mulai dari restoran, hotel, toko OCOP, hingga pertanian organik—didigitalkan dan diidentifikasi. Setiap lokasi ditampilkan dengan bendera hijau yang melambangkan komitmen untuk hidup selaras dengan alam, dan setiap kunjungan serta pilihan pengguna dicatat sebagai tindakan ramah lingkungan tertentu.
Yang menjadikan GreenMap sebagai pelopor adalah kemampuannya untuk menghubungkan data, keuangan, dan komunitas dalam satu platform. Aplikasi ini tidak hanya membantu para pelancong merencanakan perjalanan berkelanjutan, tetapi juga membuka peluang bagi usaha kecil dan menengah (UKM) untuk mengakses pendanaan hijau dan kredit preferensial, sekaligus menyediakan sistem poin dan cashback untuk mendorong konsumsi yang bertanggung jawab.
Pada tingkat makro, GreenMap bertujuan untuk membangun infrastruktur data hijau nasional di mana semua tindakan hijau dicatat dan dibuat transparan. Ketika data ini menyatu, Vietnam dapat memantau "kesehatan hijau" ekonominya melalui jumlah pohon yang ditanam, jumlah sampah yang didaur ulang, atau pengurangan emisi. Inilah cara teknologi digunakan untuk memantau, mengevaluasi, dan mendorong tindakan nyata.
Mendorong pertumbuhan inklusif
Kemunculan GreenMap juga membawa makna sosial yang mendalam dalam konteks krisis iklim yang semakin nyata. Vietnam, salah satu negara yang paling parah terkena dampak perubahan iklim, membutuhkan alat aksi yang mampu memobilisasi masyarakat dan menciptakan mekanisme pemantauan yang transparan. GreenMap diciptakan justru untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Program-program seperti "Miliki Pohon," "Tukar Sampah dengan Hadiah," dan "Kredit Plastik Sekali Pakai" telah mengubah slogan-slogan lingkungan menjadi tindakan nyata. Sistem konversi kredit hijau membantu masyarakat melihat nilai dari setiap tindakan kecil, sementara bisnis dapat menunjukkan tanggung jawab sosial mereka melalui data yang tersedia untuk umum.
Aspek unik lainnya adalah jaringan "Sumber Daya Emas", sebuah tim sukarelawan yang terdiri dari pensiunan pejabat, pekerja yang diberhentikan, dan individu-individu yang berdedikasi, yang berperan dalam memverifikasi informasi, memantau, dan menyebarkan gerakan di tingkat akar rumput. Mereka menjadi "titik hijau bergerak", berkontribusi untuk membawa semangat perlindungan lingkungan ke setiap komunitas.

Forum transformasi ganda yang diselenggarakan oleh VCCI - Foto: T. THANH
GreenMap tidak hanya mendukung kedua tingkatan pemerintahan dalam mengelola pembangunan hijau, tetapi juga membantu bisnis menjadi lebih transparan dalam produksi dan memberdayakan warga untuk lebih proaktif. Ini adalah model sinergi tiga arah: Negara, Bisnis, dan Masyarakat, bekerja sama untuk menciptakan nilai baru bagi ekonomi hijau.
Di luar fungsi administratifnya, GreenMap juga mewujudkan semangat inovatif era digital. Aplikasi "Eco Pass" menggabungkan teknologi augmented reality (AR), memungkinkan pengguna untuk berpartisipasi dalam tantangan seperti menanam pohon, mengumpulkan sampah, atau upaya bantuan komunitas, mengubah perlindungan lingkungan menjadi pengalaman yang menarik bagi kaum muda. Secara bersamaan, alat "Papan Tulis Komunitas" memungkinkan konsumen untuk memantau rantai pasokan secara transparan, melindungi produk OCOP, dan memerangi pemalsuan.
Dari perspektif ekonomi, GreenMap membuka jalan bagi ratusan ribu bisnis dan petani kecil untuk mengakses pasar hijau dan modal preferensial, sekaligus berkontribusi pada pergeseran pola konsumsi yang berkelanjutan di masyarakat. Setiap warga negara menyadari bahwa mereka dapat menjadi bagian dari solusi global hanya melalui pilihan sehari-hari mereka.
Visi GreenMap untuk tahun 2030 adalah mendigitalisasi seluruh 34 provinsi dan kota, mengintegrasikan 20 juta Titik Hijau, dan "memiliki" 1 miliar pohon di platformnya, menciptakan peta digital aksi hijau di Vietnam. Ini bukan sekadar angka, tetapi komitmen terhadap perjalanan jangka panjang di mana teknologi dan manusia bekerja sama menuju kemakmuran berkelanjutan.
Seperti yang disampaikan oleh Bapak Ha Van An: "Keberhasilan GreenMap bukan karena teknologi, tetapi karena perubahan kesadaran dan perilaku. Ketika setiap warga negara menjadi agen hijau, negara ini secara alami akan menjadi Vietnam yang hijau, berkelanjutan, dan membanggakan di peta dunia ."
Sumber: https://tuoitre.vn/greenmap-ban-do-du-lich-xanh-viet-nam-20251103130010552.htm






Komentar (0)