Beberapa akun Instagram utama, termasuk akun Gedung Putih selama pemerintahan mantan Presiden Barack Obama dan Kepala Staf Angkatan Luar Angkasa AS, diretas dan antarmuka mereka diubah dengan gambar dan pesan yang mendukung Iran selama akhir pekan.

Insiden tersebut terjadi setelah petunjuk tentang cara mengakali alat bantu AI Meta agar mereset kata sandi akun mulai beredar di Telegram.

Menurut informasi yang dibagikan di Telegram pada tanggal 31 Mei, chatbot AI Meta secara otomatis menambahkan alamat email baru ke akun yang sudah ada sebagai bagian dari proses pengaturan ulang kata sandi standar.

jjn59vhc.png
Tangkapan layar dari video Telegram mengklaim bahwa chatbot AI Meta dapat dieksploitasi untuk mengubah kata sandi Instagram target. (Gambar: krebsonsecurity)

Video yang diunggah oleh kelompok peretas tersebut menunjukkan metode yang relatif sederhana untuk mengeksploitasi kerentanan tersebut.

Penyerang menggunakan koneksi Virtual Private Network (VPN) dengan alamat IP yang cocok atau mendekati lokasi yang dikenal target, meminta pengaturan ulang kata sandi, dan memilih opsi untuk mengobrol dengan asisten AI.