Pada tanggal 2 Mei, seorang pejabat dari Kantor Kepresidenan Korea Selatan (Gedung Biru) menyatakan bahwa pemerintah akan dengan cermat menilai dampak keputusan pemerintahan Trump untuk menaikkan tarif mobil dan truk Uni Eropa (UE) terhadap perjanjian perdagangan Korea Selatan-AS guna merancang langkah-langkah penanggulangan yang tepat.
Langkah ini menarik perhatian khusus di Seoul, karena Korea Selatan saat ini memiliki perjanjian tarif serupa dengan AS, di mana AS setuju untuk mengurangi tarif mobil dan truk Korea Selatan dari 25% menjadi 15%.
Sebelumnya, pada tanggal 1 Mei (waktu setempat), Presiden Trump mengumumkan bahwa mulai minggu depan, AS akan menaikkan tarif impor mobil dan truk dari Uni Eropa menjadi 25%, membatalkan tarif 15% yang disepakati dalam perjanjian tarif tahun lalu. Sebelum perjanjian ini, tarifnya adalah 27,5%.
Dalam wawancara telepon, seorang pejabat Istana Kepresidenan menekankan bahwa pemerintah memantau situasi dengan cermat. Pejabat tersebut menegaskan bahwa pemerintah akan mengawasi perkembangan terkait, menganalisis potensi dampaknya terhadap Korea Selatan, dan mengambil tindakan penanggulangan tepat waktu.
Perwakilan dari Kantor Kepresidenan juga menyatakan bahwa Korea Selatan terus menjalin kontak secara teratur dan erat dengan Amerika Serikat untuk membahas cara-cara mengimplementasikan perjanjian tarif bilateral.
Korea Selatan akan melanjutkan upayanya untuk memastikan stabilitas hubungan perdagangan Korea Selatan-Amerika Serikat.
Mengenai alasan kenaikan tarif, Presiden AS menuduh Uni Eropa tidak mematuhi perjanjian perdagangan. Namun, para pengamat percaya bahwa ini bisa jadi merupakan tindakan balasan setelah blok tersebut menolak permintaan AS untuk dukungan dalam pertahanan Selat Hormuz, termasuk pengerahan kapal perang untuk mengawal kapal-kapal komersial melalui wilayah tersebut.
Para pejabat Istana Kepresidenan menolak berkomentar lebih lanjut mengenai potensi dampak perjanjian tarif AS-UE terhadap barang-barang Korea Selatan, tetapi menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya melindungi kepentingan nasional.
Sumber: https://www.vietnamplus.vn/han-quoc-theo-doi-sat-dong-thai-my-tang-thue-doi-voi-oto-eu-post1108186.vnp









Komentar (0)