![]() |
MU menanggung biaya perjalanan para penggemar selama pertandingan tandang mereka melawan Bournemouth. Foto: Reuters . |
Pertandingan melawan Bournemouth di putaran ke-31 Liga Primer, yang dijadwalkan pukul 20.00 pada tanggal 20 Maret (dini hari tanggal 21 Maret, waktu Vietnam), adalah salah satu dari sekian banyak pertandingan di mana Manchester United harus bermain pada waktu yang tidak nyaman musim ini.
Dengan dimulainya pertandingan di Vitality Stadium, banyak penggemar harus mengambil cuti kerja untuk melakukan perjalanan lebih dari 400 km ke Pantai Selatan.
Ini juga merupakan perjalanan terpanjang MU di Liga Premier musim ini. Ongkos bus biasanya sekitar £50, sedangkan kereta api bahkan lebih mahal. Yang perlu diperhatikan, tidak ada pilihan transportasi umum yang tersedia untuk mengantar penggemar kembali ke Manchester pada malam setelah pertandingan.
Dalam konteks ini, klub memutuskan untuk sepenuhnya mensponsori biaya perjalanan bus pulang pergi bagi para penggemar yang berhasil membeli tiket. MU dialokasikan 1.299 tiket di Vitality Stadium, stadion terkecil di liga dengan kapasitas 11.307 kursi. Pemegang tiket akan menerima petunjuk tentang cara memesan tempat duduk di bus gratis, dengan berbagai pilihan yang tersedia.
Ini bukanlah keputusan yang diambil secara tiba-tiba. Manchester United mendiskusikannya secara internal segera setelah daftar pertandingan diumumkan bulan lalu. Inisiatif ini melibatkan kolaborasi antara Direktur Keterlibatan Penggemar Rick McGagh, Dewan Penasihat Pendukung, dan Forum Pendukung klub.
![]() |
Bagi Manchester United, budaya penggemar merupakan bagian integral dari tim. Foto: Reuters. |
Konteksnya membuat langkah ini semakin patut diperhatikan. Dari tanggal 9 Februari hingga 10 April, MU hanya memiliki dua pertandingan akhir pekan dari delapan putaran.
Sebelumnya, dalam 12 minggu dari awal Oktober hingga Natal, mereka hanya memainkan satu pertandingan kandang di akhir pekan. Jadwal terus-menerus disesuaikan karena siaran televisi, dan tersingkirnya mereka lebih awal dari kompetisi piala membuat ritme permainan semakin tidak konsisten.
Pada Oktober lalu, CEO Omar Berrada bekerja sama dengan para pemimpin Liga Premier untuk menyampaikan kekhawatiran tentang seringnya perubahan jadwal. Klub tersebut menekankan pentingnya budaya kehadiran penonton bagi sepak bola Inggris dan menyarankan agar jadwal diumumkan lebih awal, terutama selama hari libur.
Sumber: https://znews.vn/hanh-dong-dep-cua-mu-post1629057.html









Komentar (0)