(NLĐO) - Sebuah planet misterius mungkin telah mendekati Matahari purba pada jarak yang sedikit lebih jauh dari Uranus dan mengubah susunan tata surya.
Menurut sebuah studi baru yang dipimpin oleh Dr. Garett Brown dari Universitas Toronto (Kanada), selain delapan planet yang saat ini ada di Tata Surya, dulunya ada planet lain dengan ukuran antara 2 hingga 50 kali ukuran Jupiter.
Namun raksasa itu tidak muncul dari cakram protoplanet Matahari; itu adalah seorang penyerbu.
Sebuah planet penyerang mungkin telah mendekati Matahari hingga jarak yang sedikit lebih jauh dari Uranus - Ilustrasi AI: Thu Anh
Menurut Science Alert, penelitian yang dilakukan oleh Dr. Brown dan rekan-rekannya telah mengeksplorasi bagaimana kunjungan planet ke tata surya di masa lalu mungkin telah membentuk orbit objek-objek saat ini, termasuk Bumi.
Perhitungan menunjukkan probabilitas ini serendah 1 banding 100, rasio yang signifikan mengingat potensi dampaknya.
Dengan menggunakan simulasi, mereka menghitung ukuran pengunjung yang sangat besar ini, dan juga menunjukkan bahwa ia mendekati Matahari pada jarak yang sangat dekat, yaitu maksimum 20 satuan astronomi (AU), yang merupakan jarak terjauh di luar orbit Uranus.
Satu AU sama dengan jarak dari Matahari ke Bumi, dan Uranus terletak sekitar 19 AU dari Matahari.
Untuk objek yang tidak termasuk dalam sistem bintang yang sama, berpapasan hanya pada jarak 20 AU terlalu dekat.
Gagasan untuk penelitian ini bermula dari upaya mempelajari evolusi orbit planet-planet di tata surya kita, sebuah bidang yang masih minim petunjuk.
Evolusi orbit planet adalah proses yang kompleks, di mana setiap planet saat ini tidak lagi berada pada orbit asalnya.
Dari semua itu, Jupiter dan pergerakannya dianggap memiliki dampak terbesar dalam membentuk orbit planet-planet saat ini. Namun, hal ini tidak dapat sepenuhnya menjelaskan kompleksitas dan perbedaan orbit dari tujuh planet lainnya.
Planet raksasa yang menyerang tersebut memberikan bagian lain dari teka-teki, mengisi beberapa celah yang ada.
Selain itu, hasil ini juga membantu kita untuk lebih memahami jenis-jenis pengunjung asing yang dapat memasuki heliosfer.
Berkat teknik pengamatan modern, dalam beberapa tahun terakhir manusia telah mampu mendeteksi beberapa pengunjung yang tidak biasa dari medium antarbintang, meskipun sejauh ini mereka hanya berupa asteroid.
Di antara mereka, yang paling terkenal adalah Oumuamua, asteroid berbentuk cerutu dengan orbit yang aneh, yang menurut beberapa ilmuwan dari Universitas Harvard (AS) diduga terkait dengan teknologi alien.
Sumber: https://nld.com.vn/hanh-tinh-thu-9-ghi-dau-an-len-trai-dat-truc-khi-mat-tich-196241213103146477.htm






Komentar (0)