
Untuk mendapatkan cita rasa penuh dari hidangan terong pahit dan jeroan ayam, pemilihan terong memainkan peran penting.
Menurut pengalaman masyarakat Jrai, terong terbaik adalah terong yang masih muda, berbentuk memanjang, berkulit hijau mengkilap, dan terasa padat saat disentuh.
Terong yang terlalu muda akan terasa hambar, sedangkan terong yang sudah tua akan keras dan sangat pahit, sehingga menutupi rasa manis alami dari ampela ayam. Terong yang pahit dicuci, dipotong-potong, dan direndam dalam air garam untuk menghilangkan getah dan mempertahankan warnanya. Setelah dibersihkan, ampela ayam ditiriskan.
Kedua bahan utama kemudian dicampur rata dengan bumbu tradisional seperti garam, cabai, serai, bawang merah, dan sedikit MSG untuk menambah rasa. Sedikit air ditambahkan ke dalam campuran untuk menghasilkan uap selama proses pemanggangan, kemudian dibungkus dengan daun pisang yang telah dilunakkan di atas api, dan diikat erat dengan serat pisang kering atau tali lembut.
Daun pisang yang telah dibungkus diletakkan di atas arang panas, dan dibalik secara berkala untuk memastikan bahan-bahan di dalamnya matang sempurna dan meresap rasa. Saat dipanggang, aroma daun pisang berpadu dengan rasa manis ampela ayam, rasa pahit khas tomat, rasa pedas cabai, serta aroma harum serai dan bawang bombai, menciptakan cita rasa yang harmonis dan kaya.
Masyarakat Jrai sering menikmati pare dengan jeroan ayam (seperti yang terlihat pada gambar) bersama nasi panas atau sebagai camilan saat berkumpul bersama keluarga dan teman.
Sumber: https://baogialai.com.vn/hap-dan-mon-ca-dang-long-ga-post575393.html






Komentar (0)