Manajer Pep Guardiola dilaporkan akan meninggalkan Manchester City setelah musim 2025-2026, mengakhiri satu dekade kesuksesan bersama klub Stadion Etihad. Meskipun klub belum secara resmi mengkonfirmasi hal ini, banyak sumber di Inggris mengindikasikan bahwa kepergian Guardiola sangat mungkin terjadi, meskipun kontraknya masih berlaku hingga 2027.
Jika hal itu menjadi kenyataan, sepak bola Inggris akan menutup salah satu era terhebat dalam sejarah Liga Premier.

Di bawah kepemimpinannya, Manchester City bukan lagi tim yang "kaya tetapi kurang identitas".
FOTO: REUTERS
Pelatih Guardiola memulai pekerjaannya di Manchester City pada 1 Juli 2016, setelah meninggalkan Bayern Munich. Musim pertamanya tidak mudah, dengan Manchester City hanya finis di posisi ketiga di Liga Premier. Setelah kekalahan melawan Leicester, Guardiola mengakui bahwa dia "bukan tipe pelatih yang pandai melakukan tekel."
Namun, itu hanyalah batu loncatan menuju periode dominasi yang berlangsung hampir satu dekade.
Era dominasi Manchester City.
Selama 10 tahun melatih Manchester City, Pep Guardiola memimpin tim dalam 591 pertandingan di semua kompetisi, memenangkan 416, seri 86, dan hanya kalah 89. Di bawah Guardiola, Manchester City mencetak 1.421 gol, kebobolan 519, dan mempertahankan tingkat kemenangan 75%.
Prestasi besar pertama diraih pada musim 2017-2018 ketika Manchester City mencapai 100 poin di Liga Premier. Ini tetap menjadi prestasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah liga. Tim Guardiola juga mencetak banyak rekor, termasuk mencetak 106 gol, unggul 19 poin dari runner-up, dan mencatatkan 18 kemenangan beruntun.
Manchester City asuhan Guardiola kemudian terus berkembang hingga menjadi kekuatan yang sangat dominan di Inggris. Dalam 10 tahun, ia memimpin tim meraih 8 gelar Premier League, 3 Piala FA, 5 Piala Liga, dan 1 Liga Champions.

Pelatih Pep Guardiola dan trofi Liga Champions 2023 bersama Manchester City.
FOTO: REUTERS
Tahun 2023 menjadi tahun bersejarah karena Manchester City meraih treble, memenangkan Liga Premier, Liga Champions, dan Piala FA. Manajer Guardiola juga memimpin klub meraih kemenangan di Piala Dunia Antarklub FIFA, Piala Super UEFA, dan tiga Community Shield.
Tidak hanya unggul dalam serangan, Manchester City di bawah asuhan Guardiola juga mempertahankan soliditas pertahanan yang luar biasa. Tim tersebut mencatatkan 135 clean sheet di Premier League – terbanyak di liga selama periode yang sama. Di Piala Liga, Guardiola juga membangun dominasi yang hampir absolut dengan tingkat kemenangan 74%, mengamankan 29 kemenangan dalam 39 pertandingan.
Menurut statistik dari The Times, Manchester City asuhan Guardiola mengumpulkan 739 poin dalam 315 pertandingan Liga Premier pertama mereka. Angka ini bahkan lebih banyak daripada total poin yang diraih klub dalam 424 pertandingan sebelumnya.
Warisan terbesar Pep Guardiola adalah namanya.
Yang lebih penting daripada trofi adalah Guardiola benar-benar mengubah Manchester City. Dari klub dengan sumber daya keuangan yang sangat besar tetapi kurang identitas, Manchester City menjadi tim dengan gaya bermain yang khas dan model taktik sepak bola modern.
Banyak manajer Premier League telah menyesuaikan gaya bermain mereka agar sesuai dengan Manchester City asuhan Guardiola. Sejumlah tim Eropa juga telah dipengaruhi oleh penguasaan bola, tekanan, dan pendekatan taktisnya.

Manajer asal Spanyol yang meraih gelar Liga Primer Inggris pada musim 2017-2018 bersama Manchester City.
FOTO: REUTERS
Pelatih Guardiola memperpanjang kontraknya hingga 2027 pada November 2024. Saat itu, ia menyatakan bahwa ia tidak ingin meninggalkan tim selama periode sulit: "Saya tidak ingin mengecewakan klub. Saya merasa tidak bisa pergi saat ini," katanya.
Namun, setelah terus menambah trofi musim ini, perjalanan antara manajer Guardiola dan Manchester City mungkin akan segera berakhir.
Jika pertandingan akhir pekan ini melawan Aston Villa memang menjadi pertandingan terakhir Guardiola melatih Manchester City di Etihad, itu bukan hanya perpisahan dari seorang manajer. Itu juga akan menandai berakhirnya salah satu periode dominasi terbesar dalam sejarah sepak bola Inggris.
Sumber: https://thanhnien.vn/hlv-pep-guardiola-va-10-nam-thay-doi-lich-su-manchester-city-18526051908213824.htm








Komentar (0)