Hanoi Police FC (CAHN) kembali ke puncak klasemen V-League setelah penantian tiga tahun, dengan performa yang meyakinkan: memenangkan 19 dari 23 pertandingan, unggul 11 poin dari tim peringkat kedua, dan berpotensi memecahkan rekor poin Hanoi FC (yang dicetak pada tahun 2018) jika mereka menang dengan selisih lebih dari 4 poin dalam 3 pertandingan tersisa. Namun, faktor terpenting dalam perjalanan juara tim asuhan Alexandre Polking terletak pada gaya bermain mereka. CAHN FC menampilkan gaya bermain yang lebih unggul dibandingkan rata-rata V-League, dengan penguasaan bola yang apik, umpan-umpan indah, dan serangan terorganisir menggunakan kombinasi satu-dua yang terprogram. Kunci keunggulan CAHN FC terletak pada kenyataan bahwa, meskipun memiliki pemain asing berbakat (Leo Artur, Alan Sebastiao, dan Stefan Mauk), pemain domestik mereka tetap memberikan kontribusi yang signifikan dan tidak terbayangi.
Mirip dengan periode 2018-2022, ketika kejuaraan V-League dimenangkan oleh tim dengan gaya bermain yang jelas dan dominan, tim nasional Vietnam jelas diuntungkan. Hanya ketika ditempatkan dalam gaya bermain keseluruhan yang terstruktur dengan baik dan berpikir logis, para pemain dapat mencapai level optimal mereka. Seperti Hanoi FC pada 2018-2019, CAHN saat ini memiliki sejumlah besar pemain tim nasional, seperti Nguyen Filip, Viet Anh, Van Hau, Quang Hai, Dinh Trong, Thanh Long, dan Dinh Bac. Para pemain domestik CAHN telah berkembang pesat di bawah pelatih Polking, dengan Dinh Bac, Quang Hai, dan Thanh Long sebagai contoh yang paling menonjol.

Pelatih Polking mendapat penghormatan dari para pemainnya setelah memenangkan kejuaraan V-League.
FOTO: MINH TU
Dinh Bac telah menjelma menjadi pencetak gol terbanyak Vietnam di V-League musim ini dengan 10 gol, yang dicetak hanya dalam 7 pertandingan terakhir. Dari yang awalnya hanya kuat dalam kemampuan dribbling dan terobosan, Dinh Bac telah menjadi pemain menyerang serba bisa yang sempurna, unggul dalam kerja sama tim dan keterampilan individu, berkat penempatannya dalam sistem yang tepat oleh pelatih Polking. Strategi asal Brasil ini telah membentuk anak didiknya dari postur penerimaan bola, kemampuannya untuk "merasakan" ruang, memanfaatkan ruang, dan penyelesaian minimalisnya untuk menjadi striker yang tangguh. Quang Hai juga telah melakukan comeback yang kuat dengan 5 gol dalam 32 pertandingan musim ini. Pelatih Polking telah secara efektif memanfaatkan kemampuan umpan satu sentuhan Quang Hai, pengamatan yang cerdas, dan penguasaan bola yang tidak konvensional untuk menciptakan ancaman serangan dinamis di belakang striker. Adapun Thanh Long, Pelatih Polking telah membentuknya menjadi gelandang serbaguna yang dapat melakukan pemulihan, intersep, dan berpartisipasi dalam pengembangan permainan dengan kemampuan memotong dan mendistribusikan bola yang sangat baik.
Para bintang CAHN FC menampilkan permainan sepak bola yang mengesankan, dan sebaliknya, sistem kontrol superior Pelatih Polking mengoptimalkan peran setiap pemain. Keahlian pelatih asal Brasil ini terletak pada penempatan pemainnya di posisi yang tepat. Setiap sesi latihan, meskipun tidak berat, selalu kaya akan informasi taktis, di mana setiap gerakan, penerimaan bola, dan manuver pemainnya dipelajari dengan cermat oleh mantan pelatih tim nasional Thailand ini. Otoritas Pelatih Polking dibangun secara diam-diam berdasarkan kaliber taktisnya dan kerja kerasnya yang berdedikasi.
Di level tim nasional, para pelatih hanya memiliki total 2-3 bulan waktu kerja per tahun bersama para pemain (dibagi menjadi 4 atau 5 kamp pelatihan). Dengan periode pelatihan yang begitu singkat, tugas Pelatih Kim (atau pelatih tim nasional pada umumnya) adalah memanfaatkan sumber daya manusia yang tersedia sebaik mungkin. Membentuk pola pikir, mentalitas, dan visi taktis para pemain adalah tanggung jawab para pelatih klub, yang bertindak sebagai "perpanjangan tangan" yang membantu Pelatih Kim mengangkat tim nasional dari jauh. Klub CAHN memiliki Polking, The Cong Viettel memiliki Velizar Popov, dan Hanoi FC memiliki Harry Kewell. Mereka semua adalah "jenderal" terampil yang diam-diam membantu tim nasional Vietnam menjadi lebih kuat.
Sumber: https://thanhnien.vn/hlv-polking-dang-am-tham-giup-ong-kim-sang-sik-18526052021245864.htm








Komentar (0)