
Konferensi peninjauan NPT gagal mengadopsi dokumen final di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran. Foto: Getty.
Duta Besar Vietnam untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Do Hung Viet, selaku ketua konferensi, mengatakan bahwa 191 negara anggota yang berpartisipasi dalam NPT tidak dapat mencapai konsensus bahkan pada draf dokumen yang telah disesuaikan agar lebih lunak. Menurut Do Hung Viet, alasan utama kebuntuan tersebut adalah isi draf dokumen yang menegaskan bahwa Iran "tidak boleh berupaya mengembangkan atau memiliki senjata nuklir." Namun, ia menekankan bahwa tidak ada negara yang secara langsung menentang konsensus tersebut.
Ini adalah kali ketiga berturut-turut konferensi peninjauan NPT gagal mengadopsi dokumen final. Sebelumnya, sesi tahun 2022 juga terhenti ketika Rusia keberatan dengan ketentuan yang terkait dengan konflik Ukraina dan pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia.
Ketegangan seputar program nuklir Iran meningkat tajam menyusul serangan udara AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari. Presiden AS Donald Trump mengumumkan kampanye militer untuk mencegah Teheran mengembangkan senjata nuklir. Sementara itu, Iran tetap menyatakan bahwa program nuklirnya hanya untuk tujuan sipil, meskipun uraniumnya telah diperkaya hingga mendekati tingkat yang dapat digunakan untuk senjata nuklir.
Sepanjang konferensi, Washington berulang kali menuduh Teheran melanggar kewajibannya berdasarkan NPT, khususnya terkait inspeksi oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Sebaliknya, Iran berpendapat bahwa serangan AS dan Israel terhadap fasilitas nuklirnya melanggar hukum internasional dan bertentangan dengan semangat perjanjian tersebut.
Pada sesi penutup konferensi, AS menyebut Iran sebagai "pelanggar perjanjian yang serius," sementara Teheran menuduh Washington dan sekutunya berupaya melegitimasi "serangan ilegal" terhadap Iran.
Para ahli meyakini bahwa kegagalan berkelanjutan konferensi tersebut menunjukkan bahwa fondasi mekanisme non-proliferasi nuklir global berada di bawah tekanan yang semakin besar, di tengah meningkatnya persaingan strategis di antara kekuatan-kekuatan besar dan meningkatnya risiko perlombaan senjata nuklir.
Thuy Ha
Sumber: The Guardian
Sumber: https://baothanhhoa.vn/hoi-nghi-ra-soat-npt-that-bai-vi-bat-dong-my-iran-288624.htm








Komentar (0)