Honda baru saja mengumumkan strategi produk baru dengan fokus pada teknologi hibrida, menandai perubahan besar setelah perusahaan tersebut harus membatalkan serangkaian proyek kendaraan listrik yang mahal.
Bersamaan dengan itu, produsen mobil Jepang tersebut memperkenalkan dua model konsep yang dianggap sebagai pratinjau generasi berikutnya dari Accord dan Acura RDX, dan berkomitmen untuk meluncurkan 15 model hibrida secara global sebelum tahun 2029.

Dua prototipe, yang diberi nama Honda Hybrid Sedan Prototype dan Acura Hybrid SUV Prototype, diperkirakan akan dikomersialkan dalam dua tahun ke depan. Meskipun Honda belum mengkonfirmasi nama atau segmen resminya, desain kedua model tersebut telah cukup jelas mengungkapkan arah produknya.

Sedan ini memiliki desain fastback lima pintu, garis-garis tajam, lampu depan LED ramping, dan beberapa detail trim plastik hitam. Bagian depan yang berbentuk kotak mengingatkan pada prototipe Civic yang sebelumnya dipamerkan oleh Honda.

Sementara itu, SUV bermerek Acura, dengan desain yang lebih berotot yang menampilkan bumper depan yang berani, bodi yang terpahat, dan lampu belakang berbentuk V, hampir pasti merupakan penerus Acura RDX yang telah dihentikan produksinya.

Kedua model tersebut menggunakan platform hibrida generasi berikutnya yang diperkirakan akan diluncurkan pada tahun 2027. Honda mengatakan arsitektur baru ini akan membantu mengurangi biaya produksi sekitar 30% dan meningkatkan efisiensi bahan bakar lebih dari 10% dibandingkan dengan model tahun 2023.

Sistem penggerak semua roda elektronik yang baru dan peningkatan pengendalian sporty juga merupakan fitur unggulan yang patut diperhatikan. Paket teknologi bantuan pengemudi ADAS generasi berikutnya diharapkan akan hadir mulai tahun 2028.
Honda saat ini sedang mengalami periode keuangan yang sulit, setelah mencatat kerugian bersih tahunan pertamanya sejak tahun 1957, sebesar 423,9 miliar yen (sekitar $2,68 miliar).
Alasan utamanya berasal dari biaya restrukturisasi dan pembatalan proyek kendaraan listrik senilai sekitar 1,57 triliun yen (9,94 miliar USD). Terlepas dari itu, produsen mobil Jepang ini masih menargetkan pemulihan yang kuat dengan laba operasional rekor yang melebihi 1,4 triliun yen pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2029.

Rencana investasi hingga tahun 2029 juga menunjukkan bahwa Honda memprioritaskan kendaraan hibrida dan kendaraan bermesin pembakaran internal dibandingkan kendaraan listrik murni. Dari total anggaran 6,2 triliun yen (39,25 miliar USD), 4,4 triliun yen dialokasikan untuk kendaraan bensin dan hibrida, 1 triliun yen untuk perangkat lunak, sementara investasi pada kendaraan listrik murni hanya 0,8 triliun yen.
Honda menyatakan bahwa rencana kendaraan listriknya setelah tahun 2030 akan dipertimbangkan lebih lanjut, dan perusahaan tersebut terbuka untuk berkolaborasi dengan mitra lain daripada mengembangkan platform kendaraan listrik baru sendiri.
Sumber: https://tienphong.vn/honda-he-lo-bo-doi-xe-hybrid-the-he-moi-post1843408.tpo








Komentar (0)