- Salad telinga babi - hidangan lezat untuk meredakan rasa kenyang selama Tết.
- Perkedel ubi jalar - hidangan lezat dan mudah dibuat.
- Cita rasa Ca Mau dalam hidangan kepiting yang lezat.
- Upacara Pembukaan: Sebuah pertunjukan kuliner yang menampilkan hidangan lezat yang terbuat dari kepiting Ca Mau yang dipadukan dengan makanan khas dari 34 provinsi dan kota.
Di Ca Mau, singkong dulunya merupakan makanan yang umum di banyak keluarga pada masa-masa sulit, ketika beras langka dan makanan sangat bergantung pada hasil bumi. Di daerah pedesaan, di mana pohon kelapa menutupi kanal dan ladang, orang-orang dengan terampil menggabungkan dua produk yang familiar ini untuk menciptakan hidangan yang mengenyangkan dan kaya akan cita rasa tanah kelahiran mereka.
Setelah dikupas, singkong direndam dalam air selama beberapa jam untuk menghilangkan racun alami sebelum dimasak.
Mudah disiapkan, setelah dikupas lapisan luarnya yang kasar, singkong biasanya direndam dalam air bersih selama beberapa jam untuk menghilangkan racun alami sebelum dimasak. Kemudian, dipotong-potong sekitar 3-4 panjang jari dan disusun dalam kukusan. Ketika uap mulai menyebar dan singkong matang dengan tekstur yang tepat, juru masak akan menuangkan santan, secukupnya agar singkong menyerap rasa yang kaya dan harum tanpa kehilangan rasa khasnya. Banyak penjual juga menambahkan daun pandan ke dalam air kukusan untuk meningkatkan aroma hidangan.
Saat singkong dimasak, setiap potongannya berwarna putih krem, lembut dan kenyal, dengan sedikit aroma kelapa. Menambahkan kelapa parut dan menaburi biji wijen panggang atau kacang tanah membuat hidangan ini seimbang sempurna. Singkong kukus memiliki tekstur kenyal dan bertepung tanpa terasa berminyak. Sensasi pertama adalah rasa singkong yang khas, diikuti oleh kelembutan kelapa yang ringan, dipadukan dengan rasa asin dan manis yang harmonis dari biji wijen dan kacang tanah.
Singkong kukus dengan santan.
Bagi mereka yang tumbuh di pedesaan, hidangan sederhana ini menyimpan kenangan masa kecil. Hidangan ini membangkitkan gambaran dapur pedesaan dengan atap jerami rendah, sepanci singkong yang dikukus di atas kompor kayu bakar berbahan bakar jerami, dan suara gemericik api di sore hari yang hujan atau saat musim berangin. Singkong, tanaman yang biasa ditemukan di kebun rumah, adalah pemandangan umum; sementara orang dewasa menggali umbinya, anak-anak akan bermain dengan daunnya, membuat gubuk dan kalung darurat, sambil tertawa riang. Anak-anak akan berkumpul, dengan penuh semangat menunggu singkong dikukus. Orang dewasa sering mengukus singkong untuk anak-anak sebagai selingan, selama periode tidak aktifnya pertanian atau ketika tidak ada makanan lain di rumah.
Singkong kukus dengan santan selalu menjadi hidangan populer.
Seiring waktu, seiring peningkatan standar hidup, kuliner juga menjadi lebih kaya dan beragam. Singkong tidak lagi berperan sebagai "penghilang rasa lapar" seperti dulu, tetapi singkong kukus dengan santan masih tetap ada. Hidangan ini dapat ditemukan di pasar pedesaan, di daerah ekowisata, atau dalam santapan keluarga, ketika seseorang tiba-tiba mendambakan cita rasa lama, mengingat dapur rumah, masa kecil, dan hari-hari sederhana namun hangat itu.
Thuy Duong
Sumber: https://baocamau.vn/huong-que-neo-giu-ky-uc-a125480.html






Komentar (0)