Secara spesifik, air kelapa membantu tubuh mengeluarkan natrium melalui urin. Ketika natrium dikeluarkan, volume darah sedikit berkurang, dan tekanan pada pembuluh darah juga menurun. Oleh karena itu, kalium dalam air kelapa dapat menetralisir efek peningkatan tekanan darah akibat natrium, menurut situs kesehatan Healthline (AS).

Air kelapa kaya akan kalium, yang memiliki efek menurunkan tekanan darah secara ringan.
FOTO: AI
Namun, penting untuk dicatat bahwa Anda tidak boleh menambahkan garam ke air kelapa. Hal ini karena garam memiliki kandungan natrium yang tinggi. Pilihan terbaik adalah memilih air kelapa segar.
Air kelapa tidak hanya menyediakan kalium tetapi juga memiliki efek diuretik ringan, artinya mendorong pengeluaran air melalui ginjal. Efek ini dapat membantu mengurangi volume darah di dalam pembuluh darah, sehingga sedikit mengurangi tekanan di dalam pembuluh darah dan membantu menurunkan tekanan darah.
Namun, mengonsumsi air kelapa bersamaan dengan diuretik dapat menyebabkan dehidrasi, penurunan tekanan darah secara tiba-tiba, dan bahkan ketidakseimbangan elektrolit. Oleh karena itu, penderita tekanan darah tinggi yang mengonsumsi air kelapa harus memantau jumlah urin yang dikeluarkan dan tanda-tanda dehidrasi seperti mulut kering dan pusing untuk memastikan efek diuretik tetap terjaga tanpa berdampak negatif pada kesehatan mereka.
Beberapa penelitian telah menunjukkan efek air kelapa dalam menurunkan tekanan darah. Secara khusus, dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di International Journal of Medical Research & Health Sciences , para ilmuwan menemukan bahwa minum 300 ml air kelapa setiap hari selama enam minggu dapat memperbaiki tekanan darah pada orang dengan tekanan darah tinggi. Secara spesifik, tekanan darah sistolik menurun rata-rata 10,5 mmHg, sedangkan tekanan darah diastolik menurun sebesar 6,8 mmHg.
Banyak penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi sekitar 300 ml air kelapa per hari selama beberapa minggu terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah. Namun, pasien tidak boleh mengonsumsi air kelapa secara berlebihan.
Air kelapa bukanlah pengganti obat atau air putih.
Air kelapa sebaiknya hanya digunakan sebagai minuman tambahan dan bukan sebagai pengganti obat atau air. Secara khusus, air kelapa tidak boleh digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi. Minum terlalu banyak air kelapa dapat menyebabkan hiperkalemia (kadar kalium tinggi dalam darah). Gejala hiperkalemia meliputi kelemahan otot, mati rasa, kesemutan, detak jantung lambat, palpitasi, atau pingsan.
Untuk mendapatkan manfaat air kelapa dan menghindari efek samping yang tidak diinginkan, orang-orang sebaiknya mulai meminumnya dalam jumlah kecil, misalnya 100-200 ml per hari. Jika merasa nyaman, mereka dapat meningkatkan jumlahnya menjadi 300 ml per hari, menurut Healthline .
Sumber: https://thanhnien.vn/huyet-ap-cao-co-nen-uong-nuoc-dua-185251011131312221.htm






Komentar (0)