Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Indonesia memindahkan ibu kotanya ke Kalimantan Timur.

Báo Quốc TếBáo Quốc Tế16/08/2024


Indonesia meresmikan ibu kota barunya, Nusantara, pada tanggal 17 Agustus, bertepatan dengan peringatan Hari Nasional ke-79. Namun, proyek "relokasi" negara kepulauan ini senilai 32 miliar dolar AS tersebut dijadwalkan baru akan selesai sepenuhnya pada tahun 2045.
Tổng thống Widodo (giữa) phát biểu trước báo giới tại thủ đô mới Nusantara ngày 12/8. (Nguồn: the Jakarta Post)
Presiden Joko Widodo (tengah) berbicara kepada wartawan di ibu kota baru Nusantara pada 12 Agustus. (Sumber: Jakarta Post)

Pada 12 Agustus, Presiden Joko Widodo, yang memimpin mega-proyek ini, mengadakan rapat kabinet lengkap pertama di Istana Garuda di Nusantara. Rapat tersebut dihadiri oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan para menteri kabinet, termasuk Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, yang terpilih sebagai Presiden dan dijadwalkan akan menjabat pada 20 Oktober di Nusantara.

Bapak Subianto memilih Gibran Rakabuming Raka, putra Presiden Widodo, sebagai calon wakil presidennya dan berjanji untuk melanjutkan kebijakan pendahulunya, termasuk proyek ibu kota baru.

Dalam pidatonya di pertemuan tersebut, Presiden Jokowi menekankan bahwa ibu kota baru, Nusantara, menandai babak baru dalam sejarah Indonesia. Tidak setiap negara memiliki kesempatan atau kemampuan untuk membangun ibu kota baru "dari nol."

Menurut Presiden, Nusantara memiliki lokasi yang strategis dan akan mendorong pembangunan yang seimbang bagi perekonomian Indonesia. Menyatakan bahwa menyelesaikan proyek besar ini bukanlah tugas yang cepat melainkan proses yang panjang dan sulit, beliau berjanji untuk terus bekerja sama dengan penerusnya, Prabowo Subianto, dalam membangun ibu kota baru dan menyerukan kepada investor asing untuk berpartisipasi dalam proyek tersebut.

Nusantara sedang dibangun di hutan sebelah timur provinsi Kalimantan di pulau Kalimantan, sekitar 1.200 km dari ibu kota saat ini, Jakarta. Namun, proyek ini saat ini menghadapi banyak masalah, terutama lambatnya pembangunan dan kurangnya modal investasi. Rencana relokasi ibu kota Indonesia pertama kali diajukan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional pada awal April 2019 dan disebutkan oleh Presiden Joko Widodo dalam pidato kenegaraannya pada 16 Agustus 2019, bertepatan dengan peringatan 74 tahun Hari Kemerdekaan Indonesia.

Gagasan memindahkan ibu kota sebenarnya telah dibahas selama beberapa dekade oleh berbagai presiden, sejak masa presiden pertama negara ini, Sukarno. Gagasan tersebut terealisasi dan menjadi mendesak di bawah Presiden Widodo.

Rencana relokasi ibu kota ini muncul karena Jakarta menghadapi berbagai masalah seperti polusi lingkungan, banjir, dan kemacetan lalu lintas yang parah. Selain itu, karena letaknya yang rendah, Jakarta seringkali terdampak air pasang dan mengalami banjir selama musim hujan.

Pengambilan air tanah yang berlebihan menyebabkan kota ini tenggelam dengan kecepatan yang semakin cepat. Para peneliti mengatakan Jakarta Utara telah tenggelam 2,5 meter dalam 10 tahun terakhir dan terus tenggelam dengan kecepatan rata-rata 18 sentimeter per tahun. Diperkirakan sebagian besar wilayah Jakarta dapat sepenuhnya terendam pada tahun 2050.

Jakarta, yang dulunya merupakan ibu kota kerajaan Sunda pada Abad Pertengahan, kemudian menjadi kota pelabuhan Batavia selama masa kolonial Belanda, dan selanjutnya menjadi ibu kota pada tahun 1940-an ketika Indonesia menyatakan kemerdekaan, kini merupakan kota terbesar di Indonesia dengan populasi sekitar 10 juta jiwa, tiga kali lebih besar daripada populasi kota-kota tetangganya.

Oleh karena itu, ketika membahas rencana relokasi ibu kota, Presiden Widodo menekankan bahwa ibu kota bukan hanya simbol identitas nasional tetapi juga mewakili kemajuan bangsa. Pemilihan ibu kota baru juga mencerminkan pandangan jauh ke depan negara, mewujudkan tujuan ekonomi masa depannya.

Menurut Presiden Widodo, ibu kota baru Indonesia dirancang sebagai kota pintar berkelanjutan dengan sistem transportasi umum yang efisien serta sistem air dan listrik yang ramah lingkungan. Pemerintah Indonesia bertujuan untuk menempatkan ibu kota baru ini di antara 10 kota paling layak huni di dunia dan menarik talenta asing, terutama dari negara-negara Asia Tenggara.



Sumber: https://baoquocte.vn/indonesia-doi-do-ve-dong-kalimantan-282677.html

Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
festival Buddha

festival Buddha

Tuệ An kecil mencintai perdamaian - Vietnam

Tuệ An kecil mencintai perdamaian - Vietnam

Sendirian di alam

Sendirian di alam