Setelah peralihan ke titanium pada iPhone 15 Pro dan iPhone 16 Pro, banyak sumber yang menyatakan bahwa Apple mungkin akan kembali menggunakan aluminium pada iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max . Namun, tidak semua pembocor informasi setuju dengan penilaian tersebut.

Selama bertahun-tahun, Apple menganggap material yang digunakan dalam pembuatannya sebagai elemen inti dalam membentuk pengalaman premium iPhone. Oleh karena itu, pertanyaan "Apakah iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max akan menggunakan aluminium atau titanium?" menjadi topik diskusi hangat di komunitas teknologi.
Apple mungkin akan mengucapkan selamat tinggal pada titanium.
Dalam gelombang rumor terbaru, seorang pembocor informasi terkenal di Weibo bernama Fixed Focus Digital menyatakan bahwa kemungkinan Apple kembali menggunakan titanium untuk lini iPhone kelas atasnya sangat rendah. Menurut sumber ini, perusahaan cenderung terus memprioritaskan paduan aluminium karena sifat pembuangan panasnya yang lebih efisien.
Argumen ini cukup penting dalam konteks upaya Apple untuk memajukan strategi AI-nya pada perangkat. Karena fitur AI semakin membutuhkan daya pemrosesan yang lebih besar, suhu akan menjadi sangat penting. Sasis dengan kemampuan pembuangan panas yang baik akan membantu iPhone mempertahankan kinerja yang stabil dalam jangka panjang, terutama saat menjalankan model AI langsung di perangkat.

Menurut Fixed Focus Digital , tren ini tidak hanya terbatas pada Apple tetapi juga menyebar ke pasar Android. Banyak produsen ponsel pintar dilaporkan mempertimbangkan untuk memprioritaskan aluminium daripada titanium untuk meningkatkan pembuangan panas untuk perangkat AI generasi berikutnya.
Namun, akurasi pembocor ini hanya rata-rata, mirip dengan banyak akun pembocor lainnya di Weibo. Oleh karena itu, penilaian di atas mungkin hanya mencerminkan tren umum industri dan bukan informasi pasti tentang iPhone 18 Pro .
Apple pertama kali memperkenalkan titanium pada iPhone dengan seri iPhone 15 Pro, menggantikan baja tahan karat yang digunakan pada generasi Pro sebelumnya. Saat dirilis, titanium dianggap sebagai terobosan besar karena kemampuannya untuk mempertahankan daya tahan tinggi sekaligus mengurangi bobot perangkat secara signifikan.
Dibandingkan dengan baja tahan karat, titanium lebih ringan namun tetap cukup kuat untuk memberikan kesan premium. Inilah mengapa iPhone 15 Pro dan iPhone 16 Pro banyak dipuji karena terasa kokoh di tangan, tanpa terasa seberat generasi sebelumnya.
Faktanya, Apple telah lama terus-menerus mengubah material untuk mencapai tujuan teknis yang berbeda. Sebelumnya, perusahaan tersebut mengganti material untuk lini MacBook-nya dari plastik ke aluminium untuk meningkatkan kekakuan dan kualitas pembuatan. Kemudian, Apple menggunakan baja tahan karat untuk model iPhone kelas atasnya karena material ini terasa lebih mewah dan elegan daripada aluminium.
Titanium terus menjadi langkah maju baru dalam perjalanan tersebut. Namun, seperti semua material lainnya, titanium juga memiliki kelemahan tersendiri.
Mengapa Apple kembali menggunakan aluminium?
Terlepas dari penampilannya yang premium, titanium jauh lebih sulit untuk diolah dibandingkan aluminium. Biaya produksinya juga lebih tinggi, sehingga proses manufaktur menjadi jauh lebih kompleks dan mahal.
Yang lebih penting lagi, titanium memiliki konduktivitas panas yang lebih buruk daripada aluminium. Ini dianggap sebagai masalah signifikan dalam konteks ponsel pintar yang semakin canggih dan boros daya. Beberapa laporan sebelumnya menunjukkan bahwa iPhone 15 Pro mengalami panas berlebih saat digunakan secara intensif, meskipun Apple kemudian merilis pembaruan perangkat lunak untuk memperbaikinya.

Sementara itu, aluminium menawarkan keunggulan signifikan dalam hal pembuangan panas, bobot ringan, dan biaya lebih rendah. Hal ini memungkinkan Apple untuk dengan mudah mengoptimalkan desain yang tipis dan ringan sekaligus memastikan kinerja yang stabil.
Jika Apple benar-benar ingin menjadikan AI sebagai inti dari generasi iPhone mendatang, memprioritaskan material yang menawarkan kontrol termal yang lebih baik adalah hal yang sangat masuk akal.
Namun, tidak semua pembocor informasi percaya bahwa era titanium telah berakhir. Sebelumnya pada tanggal 17 Mei, akun Instant Digital mengklaim bahwa Apple sedang meneliti paduan titanium baru untuk iPhone masa depan.
Ini tidak terlalu sulit dipahami. Mengingat skala Apple yang sangat besar, perusahaan ini secara konsisten menghabiskan miliaran dolar untuk penelitian dan pengembangan, termasuk pengujian material baru. Hampir pasti mereka mencari cara untuk meningkatkan titanium guna mengurangi biaya produksi, meningkatkan pembuangan panas, dan mengoptimalkan daya tahan.
Apple jarang mengumumkan secara publik rencana untuk mengubah material sebelum peluncuran produk. Namun, sejarah menunjukkan bahwa perusahaan selalu memilih material berdasarkan tujuan teknis dan strategi produk di setiap tahapnya.
Jika Apple menemukan formula titanium baru di masa mendatang yang lebih ringan, lebih murah, dan memiliki pembuangan panas yang lebih baik, kemungkinan material ini kembali ke iPhone sangatlah masuk akal.
Saat ini, banyak indikasi menunjukkan bahwa aluminium merupakan pilihan yang lebih tepat untuk arah pengembangan Apple. Seiring dengan masuknya era AI ke dalam dunia smartphone, prioritas utama mungkin bukan lagi kemewahan absolut dalam penampilan, melainkan kemampuan untuk mempertahankan performa, suhu, dan daya tahan baterai.
Titanium masih memiliki nilai simbolis yang kuat untuk lini Pro, tetapi dalam persaingan teknologi modern, kepraktisan semakin menjadi yang utama. Dan setidaknya untuk saat ini, aluminium tampaknya semakin unggul dalam persaingan material untuk iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max .
(Menurut PhoneArena, MacRumors)

Sumber: https://vietnamnet.vn/iphone-18-pro-max-se-dung-khung-nhom-hay-titan-2519961.html








Komentar (0)