
Menurut kantor berita negara Iran, IRNA, drone tersebut memasuki perairan di bawah kedaulatan Republik Islam dengan maksud melakukan aktivitas permusuhan, tetapi dengan cepat terdeteksi dan ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara IRGC. AS belum memberikan komentar terkait informasi ini.
Menurut rekaman radio maritim yang diberikan kepada Xinhua oleh para pelaut yang beroperasi di dekat daerah tersebut, IRGC mengumumkan bahwa Selat Hormuz tetap ditutup dan kapal hanya diizinkan untuk melewatinya dengan izin dari angkatan laut IRGC, dan harus mengikuti rute yang ditentukan oleh Iran. Pengumuman tersebut juga menyatakan bahwa pelanggaran terhadap peraturan ini dapat membahayakan keamanan maritim secara serius.
Namun, Iran menyatakan akan memberikan Rusia dan China persyaratan preferensial khusus terkait transit melalui Selat Hormuz. Informasi ini dikonfirmasi kepada RIA Novosti oleh Ebrahim Azizi, Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran.
Sumber: https://quangngaitv.vn/iran-thong-bao-ban-ha-thiet-bi-bay-cua-my-6520682.html









Komentar (0)