
Kotak khusus JAL untuk membawa perbekalan ke Bulan - Foto: ISPACE_INC/X
Menurut kesepakatan antara Jalux, sebuah perusahaan perdagangan yang tergabung dalam JAL Group, dan perusahaan antariksa swasta ispace, proyek ARGO, yang mengangkut warisan budaya ke Bulan, akan memungkinkan bisnis, pemerintah daerah, dan organisasi untuk mendaftar guna mengirimkan barang-barang seperti makanan khas daerah, produk unggulan, atau artefak budaya ke Bulan untuk pelestarian jangka panjang.
Jika berhasil, seperti yang dilaporkan oleh Straits Times pada 28 Mei, ini akan menjadi layanan pengiriman kargo pertama di dunia ke Bulan yang dioperasikan oleh maskapai penerbangan.
Pengiriman pertama diperkirakan akan berlangsung pada tahun 2028 menggunakan wahana pendarat bulan yang dikembangkan oleh iSpace.
Barang-barang tersebut akan ditempatkan dalam wadah penyimpanan khusus yang dirancang untuk tahan terhadap lingkungan yang keras di Bulan.
Setiap kotak berukuran kurang lebih 20cm x 20cm dan tingginya 10cm, berisi beberapa kompartemen untuk menyimpan berbagai artefak.
JAL akan bertanggung jawab untuk mengembangkan kontainer-kontainer ini serta menerima pendaftaran pelanggan.
Menurut para peserta proyek, tujuannya adalah untuk menciptakan "arsip luar angkasa" yang akan membantu melestarikan nilai-nilai budaya dan sejarah untuk generasi mendatang.
Perwakilan JAL mengatakan bahwa ide tersebut seperti "Bahtera Nuh modern," di mana barang-barang yang memiliki arti khusus dikirim ke Bulan untuk melindungi dari meningkatnya risiko di planet kita.
Proyek ini mencerminkan perkembangan pesat ekonomi antariksa Jepang, di tengah penurunan biaya peluncuran roket dan meningkatnya jumlah bisnis di luar sektor kedirgantaraan yang mencari usaha baru.
Para ahli percaya bahwa semakin banyak perusahaan ingin memanfaatkan teknologi yang ada untuk memasuki pasar antariksa yang terus berkembang.
Namun, para ahli juga mencatat bahwa transportasi dan wisata luar angkasa masih mahal. Agar layanan terkait luar angkasa menjadi lebih luas di masa depan, industri ini perlu terus meningkatkan keselamatan dan secara signifikan mengurangi biaya operasional.
Dengan rencana perintisnya untuk mengirimkan "warisan Bumi" ke Bulan, JAL berharap dapat menjadi salah satu perusahaan terkemuka di sektor transportasi luar angkasa komersial Jepang.
Sumber: https://tuoitre.vn/japan-airlines-mo-dich-vu-dua-di-san-trai-dat-len-mat-trang-20260529103752808.htm








Komentar (0)