Selama misi Artemis ke Bulan, tujuannya adalah untuk membangun pangkalan permanen bagi manusia. Namun, lokasinya yang terpencil dapat membuat para astronot terpapar situasi berisiko tinggi.
Oleh karena itu, para ilmuwan dari Universitas Australia Selatan (UniSA) telah mengusulkan sistem penyelamatan yang dirancang khusus untuk misi bulan, direkayasa untuk digunakan di lingkungan yang keras, untuk memberikan peringatan keselamatan bagi astronot, melaporkan insiden, dan melacak lokasi jika terjadi kecelakaan.

Menurut laporan terbaru, para peneliti sedang merancang sistem satelit yang memprioritaskan komunikasi dan geolokasi di permukaan Bulan. Para astronot dapat menggunakan sistem ini untuk mengirimkan sinyal bahaya ke jaringan satelit dan secara bersamaan mengirimkan informasi kembali ke Bumi atau pangkalan lain di Bulan.
Mirip dengan teknologi COSPAS-SARSAT yang saat ini digunakan untuk pencarian dan penyelamatan di Bumi, ini akan menjadi sistem pencarian dan penyelamatan kemanusiaan internasional yang dibantu satelit dan dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan di Bulan.
Dr. Mark Rice, pendiri UniSA dan Safety from Space, mengatakan bahwa bahkan di medan yang paling keras sekalipun, seperti kawah tumbukan atau pegunungan, sistem peringatan darurat dapat mempertahankan komunikasi dengan astronot hingga 10 jam. Dr. Rice menambahkan: "Tim kami juga telah mengembangkan bentuk gelombang yang mendukung pemancar radio darurat berdaya tinggi, memastikan komunikasi tetap dimungkinkan dengan infrastruktur dan konsumsi energi minimal."
Dr. Mark Rice menyatakan: "Inovasi ini merupakan langkah maju yang signifikan dalam eksplorasi ruang angkasa, karena pentingnya penempatan dan penyelamatan personel yang cepat semakin jelas seiring dengan eksplorasi manusia yang semakin dalam ke ruang angkasa."
Ia berharap penelitian ini akan menciptakan sistem pencarian dan penyelamatan yang andal untuk misi eksplorasi bulan, dan juga meletakkan dasar bagi sistem serupa di planet lain.
Sumber: https://khoahocdoisong.vn/giai-ma-he-thong-cuu-ho-tham-hiem-mat-trang-moi-cho-phi-hanh-gia-post2149101870.html







Komentar (0)