Karya-karya tersebut terbagi menjadi dua tema emosional yang berbeda. Kelompok pertama membangkitkan tahap-tahap awal geologi, dengan kaitan pada aliran lava merah gelap dan proses pembentukan materi. Ini adalah refleksi sang seniman tentang asal usul Bumi, tempat kelahiran dan lahan subur kehidupan.

Kelompok kedua menggali struktur konseptual seperti "Kekacauan," "Memori Genetik," atau "Batas Mimpi," di mana imajinasi dan ingatan menjadi dasar kreativitas. Kedua benang tematik ini membentuk poros sentral, dari asal-usul materi hingga lapisan kesadaran yang lebih dalam.
Hien Nguyen memilih lukisan abstrak sebagai arah utamanya. Ia menjelaskan, "Ini adalah cara untuk memproyeksikan pikiran, jiwa, dan alam bawah sadar saya, serta memungkinkan saya untuk terhubung dengan jati diri saya yang sebenarnya."

Seniman Hien Nguyen berbagi: "Saya lahir beberapa tahun sebelum perang berakhir dan tumbuh di tengah kesulitan ekonomi pasca-perang tahun 1980-an. Setelah berusia 30 tahun, saya mendedikasikan seluruh waktu saya untuk menciptakan lukisan pernis setelah meninggalkan karier saya di bidang desain pakaian dan mode. Bagi saya, melukis adalah cara untuk merasa hidup."
Menurut kurator pameran sekaligus peneliti Vu Huy Thon, karya-karya Hien Nguyen berputar di sekitar konsep ruang – sebuah aspek lukisan yang menantang namun mempesona. Ia mencatat bahwa aspek yang luar biasa terletak pada kemampuan setiap lukisan untuk memperluas batas fisik. Dari bidang dua dimensi, karya-karya tersebut membangkitkan rasa "ekspansi" ke berbagai dimensi spasial, bertujuan untuk keindahan yang bersifat material dan metafisik.

Ia juga berpendapat bahwa, sementara sains terus mencari penjelasan untuk alam semesta, seni membuka jalan penemuan lainnya. Melalui karya-karya mereka, seniman seperti Hien Nguyen menunjukkan bahwa imajinasi dapat membawa umat manusia pada perjalanan tanpa batas, tidak hanya menuju alam semesta luar tetapi juga ke dunia batin.

Kritikus Nguyen Thanh Son menilai bahwa lukisan pernis karya Hien Nguyen baru-baru ini menunjukkan proses eksplorasi yang unik. Cara dia melapisi, memoles, menampakkan, atau menyembunyikan detail bukanlah sekadar teknik, tetapi mencerminkan bagaimana dia memandang dunia – dunia dengan kedalaman, kenangan, dan lapisan makna yang sulit untuk diungkapkan.
Sebelum "Trẩy," seniman Hiền Nguyễn telah mengadakan tujuh pameran solo di Hanoi, Kota Ho Chi Minh, dan Virginia (AS), termasuk: Toảo, The Heart Opens to the Wonders of the Universe, Mải, Mở, Thở, Ủ, dan The Levels of Emotion .
Sumber: https://daibieunhandan.vn/khai-mac-trien-lam-tray-cua-hien-nguyen-10414886.html







Komentar (0)