Dalam sambutannya di lokakarya tersebut, Wakil Menteri Pertanian dan Lingkungan Hidup Le Cong Thanh menekankan bahwa resistensi antibiotik bukan lagi hanya masalah bagi sektor kesehatan, tetapi membutuhkan koordinasi yang erat antara bidang kesehatan, pertanian, lingkungan hidup, dan masyarakat.
Wakil Menteri tersebut menyoroti beberapa kesulitan dan tantangan yang perlu terus mendapat perhatian, seperti: kurangnya sistem basis data yang saling terhubung untuk memantau antibiotik dan resistensi antibiotik di berbagai sektor; perlunya peningkatan lebih lanjut dalam standar lingkungan dan peraturan teknis; keterbatasan kapasitas untuk memantau mikroorganisme resisten obat dan residu antibiotik di lingkungan; dan perlunya investasi dan penelitian berkelanjutan dalam teknologi untuk mengobati bakteri resisten obat dan residu antibiotik untuk penilaian risiko dan perencanaan kebijakan.
![]() |
| Kamerad Le Cong Thanh, Wakil Menteri Pertanian dan Lingkungan Hidup, menyampaikan pidato pada lokakarya tersebut. |
Dalam konferensi tersebut, Profesor Madya Dr. Nguyen Thi Xuyen, Presiden Asosiasi Dokter Vietnam, menyatakan bahwa resistensi antibiotik saat ini diidentifikasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai salah satu ancaman utama bagi kesehatan global. Ini bukan hanya masalah bagi sektor kesehatan, tetapi juga terkait erat dengan pertanian, peternakan, lingkungan, keamanan pangan, dan pembangunan berkelanjutan di setiap negara.
Di Vietnam, selama beberapa tahun terakhir, kemajuan signifikan telah dicapai dalam mengelola penggunaan antibiotik, memantau resistensi antibiotik, dan meningkatkan kesadaran masyarakat. Namun, penggunaan antibiotik yang tidak tepat dalam pengobatan, peternakan, dan produksi pangan masih terus berlanjut; dan penyebaran bakteri resisten antibiotik di lingkungan menimbulkan banyak tantangan baru.
![]() |
| Profesor Madya, Dr. Nguyen Thi Xuyen, berbagi wawasannya pada konferensi tersebut. |
Menurut Ketua Asosiasi Dokter Vietnam, pendekatan "One Health" semakin menegaskan peran pentingnya dalam mengatasi masalah resistensi antibiotik secara komprehensif. Ini adalah pendekatan interdisipliner yang menghubungkan kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan untuk menciptakan sistem yang efektif dalam mencegah dan mengendalikan risiko terhadap kesehatan masyarakat.
![]() |
Para delegasi yang menghadiri lokakarya ilmiah "Pendekatan Satu Kesehatan dalam Memerangi Resistensi Antibiotik di Vietnam". |
Profesor Madya, Dr. Pham Thanh Binh, Ketua Asosiasi Konsultan Promosi Kesehatan Vietnam, menyatakan bahwa resistensi antibiotik bukan lagi hanya masalah bagi sektor kesehatan, tetapi telah menjadi tantangan global yang serius, yang secara langsung berdampak pada kesehatan manusia, ternak, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan setiap negara. Lokakarya ini berfungsi sebagai forum praktis bagi para delegasi untuk berbagi pengalaman, bertukar bukti ilmiah, dan mengusulkan solusi terkait manajemen resistensi antibiotik di bidang kesehatan, kedokteran hewan, pangan, lingkungan, dan masyarakat. Asosiasi Konsultan Promosi Kesehatan Vietnam sangat menyadari tanggung jawabnya dalam menghubungkan para manajer, ahli, ilmuwan, dan organisasi domestik dan internasional untuk bersama-sama mempromosikan inisiatif kesehatan masyarakat.
Dalam lokakarya tersebut, para ahli dan ilmuwan berfokus pada diskusi berbagai topik seperti kondisi terkini resistensi antibiotik pada hewan dan lingkungan; dampak residu antibiotik dalam makanan terhadap kesehatan manusia; solusi untuk pemantauan, pengujian, dan pengendalian antibiotik; memastikan keamanan pangan di seluruh rantai dari pertanian hingga meja makan; dan memperkuat koordinasi antar sektor dalam kerangka One Health.
Ini adalah isu-isu yang memiliki signifikansi ilmiah dan praktis, yang berkontribusi dalam memberikan bukti lebih lanjut untuk pengembangan dan peningkatan kebijakan pencegahan dan pengendalian resistensi antibiotik di Vietnam.
Sumber: https://www.qdnd.vn/y-te/tin-tuc/khang-khang-sinh-khong-con-la-van-de-rieng-cua-nganh-y-te-1042444











Komentar (0)