Pada usia 34 tahun, Kante memulai pertandingan sebagai gelandang dan digantikan pada menit ke-62. Meskipun tidak bermain penuh, mantan bintang Chelsea itu bergabung dengan tim untuk merayakan kemenangan saat peluit akhir berbunyi di Stadion Sukru Saracoglu.
Yang menarik, sebelum melangkah keluar untuk berdiri di antara para penggemar Fenerbahce, Kante diberi instruksi oleh rekan setimnya, Ismail Yuksek, tentang cara merayakan gol dengan gerakan seperti meletakkan tangan ke mulut dan mengangkat tinju. Gerakan-gerakan ini sudah biasa bagi pemain Turki tersebut, tetapi baru bagi Kane.
Momen agak canggung Kante dengan cepat menjadi viral di media sosial. Banyak penggemar tidak bisa menyembunyikan kegembiraan mereka, menyebutnya sebagai "ekspresi terlucu" yang pernah mereka lihat setelah pertandingan. Beberapa berkomentar bahwa Kante selalu memberikan kesan tulus dan rendah hati, dengan senyum lembut yang hampir tidak berubah sepanjang kariernya.
Kante mengakhiri kontraknya dengan Al-Ittihad dan segera bergabung dengan Fenerbahce dengan status bebas transfer pada jendela transfer Januari 2026. Sebelumnya, klub Turki tersebut mencoba mendatangkannya melalui kesepakatan pertukaran pemain yang melibatkan Youssef En-Nesyri, tetapi rencana tersebut gagal karena kesalahan administrasi dari pihak klub Arab Saudi.
Meskipun demikian, kedua belah pihak akhirnya mencapai kesepakatan untuk kepergian Kante. Selama berada di Al-Ittihad, gelandang asal Prancis ini bermain dalam 105 pertandingan dan mencetak 10 gol. Di Fenerbahce, ia diharapkan membawa pengalaman, keseimbangan, dan momen-momen permainan sederhana namun menarik.
Saat ini, Fenerbahce berada di peringkat kedua Liga Super Turki. Mereka tertinggal 3 poin dari Galatasaray setelah 21 putaran.
Sumber: https://znews.vn/khoanh-khac-dang-yeu-cua-kante-gay-sot-post1626968.html









Komentar (0)