Momen paling menegangkan dalam pertandingan itu terjadi saat Tottenham kebobolan gol kedua, ketika Morgan Gibbs-White benar-benar tidak terkawal meskipun ada delapan pemain Spurs di area penalti. Gelandang Forest itu dengan mudah mencetak gol untuk menjadikan skor 2-0, yang membuat para penggemar klub London itu marah.
Di media sosial, banyak penggemar mengkritik keras pertahanan tim tuan rumah, dengan alasan bahwa ini adalah bukti nyata kurangnya organisasi dan fokus.
![]() |
Para pemain bertahan Tottenham gagal mengawal Morgan Gibbs-White. |
"Pertahanan Tottenham seperti sekumpulan badut," tulis seorang komentator. Penggemar lain mempertanyakan, "Apa yang telah diajarkan Igor Tudor kepada para pemainnya?" Yang lain lagi dengan blak-blakan menyatakan, "Tottenham pantas terdegradasi."
Sebelumnya, Nottingham Forest unggul terlebih dahulu melalui sundulan indah dari Igor Jesus setelah umpan silang berkualitas dari Callum Hudson-Odoi. Pertahanan Tottenham berulang kali melakukan kesalahan, memungkinkan lawan mereka untuk memanfaatkannya secara efektif.
Di babak kedua, situasi semakin memburuk bagi tim tuan rumah ketika Taiwo Awoniyi memastikan kemenangan 3-0 dengan serangan serupa. Tottenham hampir tertegun dan tidak mampu membalas.
Kekalahan ini memberikan tekanan besar pada manajer Igor Tudor, karena tim tersebut masih belum meraih kemenangan di liga domestik pada tahun 2026. Tottenham saat ini berada di peringkat ke-17, hanya satu poin di atas zona degradasi.
Sementara itu, Nottingham Forest naik ke peringkat 16, unggul tiga poin dari Spurs, memberi mereka keuntungan signifikan dalam pertarungan degradasi yang menegangkan.
Sumber: https://znews.vn/khoanh-khac-phong-ngu-gay-soc-cua-tottenham-post1637126.html










Komentar (0)