Inilah pilar-pilar yang memberikan dorongan untuk mencapai pertumbuhan dua digit. Bersamaan dengan itu, kota ini secara proaktif mempersiapkan fondasi yang lebih penting lagi: "fondasi kelembagaan" untuk fase pembangunan baru.
Menyusul konsultasi para ahli mengenai rancangan Undang-Undang tentang Kawasan Perkotaan Khusus pada awal April 2026, pemerintah kota berencana untuk mengadakan lokakarya ilmiah bert名为 "Undang-Undang tentang Kawasan Perkotaan Khusus - Terobosan Kelembagaan bagi Kota Ho Chi Minh" pada bulan Mei. Kegiatan lokakarya ini dipersiapkan dengan cermat, berdasarkan landasan ilmiah dan praktis, bertujuan untuk membangun kerangka hukum yang stabil dan jangka panjang untuk pembangunan berkelanjutan.
Pentingnya undang-undang ini terkait langsung dengan peran utama kota ini: pada tahun 2025, Kota Ho Chi Minh bertujuan untuk mempertahankan posisi terdepannya, menyumbang sekitar 23% dari PDB nasional dan hampir 30% dari total pendapatan anggaran nasional. Mengingat skala dan tujuan pembangunan yang ambisius ini, diperlukan penyempurnaan mekanisme dan kebijakan yang tepat, daripada sekadar mengikuti "kerangka umum" nasional, untuk memaksimalkan potensi dan keunggulan kota ini.
Dalam beberapa waktu terakhir, mekanisme khusus berdasarkan Resolusi 98/2023/QH15 Majelis Nasional (tentang uji coba beberapa mekanisme dan kebijakan khusus untuk pembangunan Kota Ho Chi Minh) dan Resolusi 260/2025/QH15 yang "diperbarui" telah menciptakan dorongan baru, membantu kota ini membuka banyak sumber daya pembangunan. Namun, resolusi-resolusi ini masih bersifat uji coba dan, yang lebih penting, masih memiliki "celah" dibandingkan dengan sistem hukum yang berlaku saat ini. Dalam ruang pembangunan baru, "kerangka kelembagaan" yang diterapkan secara universal menjadi semakin membatasi bagi kota ini.
Pengembangan hukum perkotaan khusus dengan kerangka hukum yang sesuai, melalui promosi desentralisasi dan pendelegasian kekuasaan, menjadi syarat penting bagi kota-kota untuk sepenuhnya mewujudkan potensi dan keunggulannya. Semangat ini juga ditekankan dengan jelas pada sidang pertama Majelis Nasional ke-16, di mana banyak pendapat menekankan perlunya peningkatan institusi untuk menciptakan ruang bagi pusat-pusat pertumbuhan untuk memainkan peran utama, terutama peningkatan resolusi menjadi undang-undang dan perancangan kerangka hukum yang cukup fleksibel untuk mengatasi hambatan yang menghambat pembangunan secara tepat dan efektif.
Bagi Kota Ho Chi Minh, masalah-masalah yang terus berlanjut seperti infrastruktur yang kelebihan beban, kemacetan lalu lintas, banjir, dan polusi lingkungan menyoroti tantangan bukan hanya dalam hal kelangkaan sumber daya tetapi juga dalam kurangnya mekanisme untuk mengatur dan memanfaatkan sumber daya secara fleksibel dan efektif. Dari perspektif ini, usulan untuk meningkatkan otonomi, memperluas instrumen mobilisasi modal, menciptakan terobosan dalam implementasi kebijakan kemitraan publik-swasta, atau membangun mekanisme uji coba (sandbox) untuk inovasi, semuanya bertujuan pada tujuan bersama untuk memberdayakan kota agar bertindak proaktif dan cepat, sambil tetap menjaga akuntabilitas yang jelas, dalam semangat "pengambilan keputusan lokal, tindakan lokal, akuntabilitas lokal."
Secara nasional, Undang-Undang tentang Kawasan Perkotaan Khusus tidak hanya berlaku untuk Kota Ho Chi Minh. Undang-undang ini juga dapat menjadi "laboratorium kelembagaan" untuk proses reformasi tata kelola perkotaan di negara ini. Jika dirancang dengan benar dan diimplementasikan secara efektif, undang-undang ini akan berkontribusi dalam membentuk model tata kelola yang lebih modern, fleksibel, dan efisien, sehingga menciptakan efek domino yang lebih luas di seluruh negeri.
Saat ini, dalam konteks upaya seluruh negeri untuk mencapai pertumbuhan dua digit, peran pusat pertumbuhan seperti Kota Ho Chi Minh menjadi sangat penting dan perlu didukung oleh lembaga-lembaga yang tepat.
"Jaringan" kelembagaan yang cukup luas dan solid akan membantu Kota Ho Chi Minh membuka potensi internalnya, melepaskan kreativitasnya, mencapai pembangunan yang inovatif, dan terus mempromosikan peran kepemimpinannya secara kuat, menciptakan efek domino bagi perekonomian nasional untuk maju pesat ke era pembangunan baru.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/khoi-thong-noi-luc-de-but-pha-post847732.html






Komentar (0)