Menghubungkan kenangan yang membanggakan
Lagu "Kebahagiaan Bangsa yang Sempurna" karya komposer Hoang Ha merupakan tonggak sejarah yang tak terlupakan dalam musik Vietnam. Diciptakan pada malam tanggal 26 April 1975, lagu ini lahir dalam suasana harapan yang membara bagi seluruh bangsa. Komposer Hoang Ha pernah bercerita bahwa sejak pertengahan April 1975, Hanoi menjadi lebih ramai dari sebelumnya. Semua orang mengikuti perkembangan perang. Bahkan ada hari-hari ketika ia tidak pulang ke rumah, tetap berada di stasiun radio Suara Vietnam untuk mendapatkan informasi terkini yang paling cepat dan lengkap.
Setelah mendengar kabar bahwa pasukan kita maju langsung menuju Saigon, emosi komposer Hoang Ha meluap, mendorongnya untuk menulis melodi yang sangat menyentuh yang dengan sempurna menangkap kebahagiaan tak terbatas menjelang hari penyatuan nasional: “Perayaan kemenangan memenuhi negeri dengan kegembiraan / Kita ingin terbang dan menatap kagum pada pegunungan dan sungai yang megah / Kita ingin berteriak dan bernyanyi untuk selama-lamanya tentang Vietnam / Tanah air kita yang heroik.”
Komposer Hoang Ha pada acara peringatan 30 tahun Orkestra Simfoni Suara Vietnam. (Foto arsip)
Setiap bulan April, lagu "Kebahagiaan Bangsa yang Sempurna" bergema, menjadi simbol musik sakral yang tak terpisahkan dalam jiwa bangsa Vietnam. Selama setengah abad, lagu ini tidak hanya menggambarkan momen bersejarah penting ketika negara bersatu kembali, tetapi juga berfungsi sebagai ikatan emosional yang kuat, menghubungkan kenangan heroik masa lalu dengan kegembiraan masa kini. Suara-suara yang kuat dan ekspresif dari para artis dan penyanyi terkenal seperti Ta Minh Tam, Trong Tan, Tung Duong, Dang Duong, dan lain-lain, telah menjadi "katalis" khusus, memungkinkan melodi dan lirik ini menembus hati banyak generasi pendengar.
Mendengarkan kembali liriknya, "Kita berbaris di tengah bintang-bintang emas yang tak terhitung jumlahnya, hutan bendera berkibar di seluruh negeri," kita merasa seolah-olah menghidupkan kembali momen bersejarah yang gemilang bagi bangsa kita. Gambaran tentara pembebasan memasuki Saigon di tengah sorak sorai rakyat yang menggema, bendera merah dengan bintang emas berkibar di atas Istana Kemerdekaan, telah menjadi simbol abadi dari aspirasi kemerdekaan, kebebasan, dan persatuan nasional.
Lagu epik itu akan bergema selamanya.
“Festival lampion, dengan wajah-wajah tersenyumnya, adalah bunga kehidupan yang begitu indah dan semarak/ Iman yang indah selamanya, Tanah Air untuk selama-lamanya/ Seluruh negeri yang bersatu/ Vietnam yang bersinar.” Lirik sederhana ini merangkum kekuatan persatuan yang luar biasa dari rakyat Vietnam. Setelah bertahun-tahun terpecah, Utara dan Selatan bersatu, negara dipersatukan menjadi satu. Kegembiraan reunifikasi ini bukan hanya kegembiraan hari kemenangan, tetapi juga penegasan kekuatan patriotisme, keinginan untuk kemerdekaan, dan aspirasi perdamaian seluruh bangsa.
“Di lubuk hati setiap orang Vietnam, terdapat gelombang rasa syukur yang tak terbatas kepada mereka yang menciptakan babak gemilang dalam sejarah ini. “Kebahagiaan Bangsa yang Sempurna” bukan hanya sebuah lagu; ini adalah saksi sejarah, sebuah kisah epik tentang semangat pantang menyerah dan tangguh rakyat Vietnam. Ini juga merupakan keyakinan akan Vietnam yang kuat dan makmur di masa depan,” ungkap Ibu Doan Thi Phuong (68 tahun, pensiunan pegawai, Kelurahan My Phuoc, Kota Long Xuyen).
Lirik lagu "Bangsa Ini Dipenuhi Sukacita". (Foto arsip)
“Pada kesempatan peringatan 50 tahun pembebasan Vietnam Selatan dan penyatuan kembali negara, mendengarkan lagu “Kebahagiaan Bangsa yang Sempurna,” saya merasakan lebih dalam dari sebelumnya nilai kemerdekaan, kebebasan, dan persatuan. Kebanggaan saya terhadap Vietnam yang heroik, tangguh, dan penuh kasih sayang semakin kuat. Lagu ini berfungsi sebagai pengingat akan tanggung jawab generasi sekarang dalam melestarikan dan mempromosikan pencapaian revolusi, membangun Vietnam yang lebih kuat, lebih makmur, dan lebih bahagia. Melodi “Kebahagiaan Bangsa yang Sempurna” akan selalu bergema, memberikan kekuatan dan keyakinan kepada setiap warga Vietnam di jalan membangun dan melindungi Tanah Air,” ungkap Bapak Nguyen Van Vinh (Kelurahan My Quy, Kota Long Xuyen).
Di tengah persiapan nasional untuk merayakan ulang tahun ke-50 pembebasan Vietnam Selatan, mendengarkan lagu "Kebahagiaan Bangsa yang Sempurna," Bapak Vuong Trong Tre (seorang veteran) merasakan air mata menggenang di matanya. "Begitu banyak kenangan tentang masa perang dan kobaran api, hari-hari yang berat namun heroik itu, kembali memenuhi pikiran saya. Liriknya, 'Kita berbaris di tengah bintang-bintang emas yang tak terhitung jumlahnya...' menciptakan kembali gambaran tentara pembebasan masa lalu, maju menuju Saigon di tengah lautan bendera dan bunga serta sorak sorai rakyat," kenang Bapak Tre.
Setiap kali mendengar lagu itu, ia tergerak untuk mengingat rekan-rekannya yang gugur, yang diam-diam mengorbankan diri agar negara dapat bersatu. Melodi lagu itu merupakan ungkapan kegembiraan atas kemenangan dan rasa syukur yang mendalam kepada mereka yang telah berkontribusi pada sejarah emas bangsa, sehingga hari ini mereka dapat menyaksikan negara yang damai, bersatu, dan semakin makmur. Kebanggaan dan emosi bercampur menjadi satu, menciptakan momen yang mengharukan dan sakral di hati mantan prajurit itu.
“Kami, generasi yang lahir dan dibesarkan dalam damai, hari ini mendengarkan lagu kemenangan, dan kami semakin memahami nilai suci kemerdekaan dan kebebasan yang telah diperjuangkan leluhur kami dengan begitu banyak darah. Citra para prajurit Paman Ho yang tangguh dan tak terkalahkan, dengan semangat ‘berjuang sampai mati untuk Tanah Air,’ telah menjadi sumber kekuatan dan inspirasi yang tak ada habisnya bagi generasi muda saat ini. Kami berjanji untuk melanjutkan tradisi mulia ini, dengan tekun belajar, berlatih, dan mendedikasikan bakat serta antusiasme kami untuk membangun Vietnam yang lebih makmur, yang layak atas pengorbanan besar generasi sebelumnya,” kata Tran Thanh Thuy (mahasiswa Universitas An Giang), tampak terharu.
THU THAO
Sumber: https://baoangiang.com.vn/khuc-ca-thong-nhat-vong-mai-muon-doi-a419625.html







Komentar (0)