![]() |
Tottenham tidak boleh berpuas diri. |
Dari tim yang memulai musim dengan target meraih tempat di kompetisi Eropa, Spurs kini menghadapi pertarungan hidup atau mati untuk menghindari prospek pahit degradasi.
Kekalahan 1-2 melawan Chelsea di Stamford Bridge membuat tim asuhan Roberto De Zerbi terperosok di posisi ke-17 klasemen, dua poin di atas West Ham. Selisih poin yang tipis ini membuat pertandingan terakhir menjadi pertarungan hidup atau mati bagi kedua klub London tersebut.
Jika Spurs kalah dari Everton di kandang lawan, dan West Ham mengalahkan Leeds United, mereka akan terdegradasi. Hasil ini dulunya dianggap tidak mungkin terjadi bagi klub dengan begitu banyak bintang dan harapan tinggi untuk bersaing di puncak.
Jika Tottenham mengalahkan Everton, mereka pasti akan terhindar dari degradasi. Bahkan hasil imbang pun masih memberi "Spurs" peluang bagus untuk bertahan di Liga Primer karena mereka memiliki selisih gol yang lebih baik daripada West Ham (-10 dibandingkan dengan -22).
Tekanan semakin meningkat pada Tottenham menjelang 90 menit terakhir musim ini. Tim yang dulunya dianggap sebagai kandidat empat besar, kini menghadapi risiko menjadi kejutan terbesar di Liga Premier musim ini. Serangkaian performa yang tidak konsisten dan mentalitas yang tidak stabil telah menempatkan Spurs dalam posisi yang genting.
Ketegangan juga mencekam para penggemar Tottenham karena prospek degradasi ke Championship untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun menjadi lebih jelas dari sebelumnya.
Tottenham tidak boleh lengah. Melawan Everton, mereka harus berjuang seolah-olah itu adalah final sungguhan untuk menyelamatkan musim yang buruk.
Sumber: https://znews.vn/kich-ban-tottenham-rot-hang-premier-league-post1652859.html







Komentar (0)