Warisan unik
Di antara situs-situs warisan yang berkontribusi pada daya tarik wisata wilayah timur Kota Ho Chi Minh saat ini (dahulu Ba Ria - Vung Tau), karya-karya arsitektur bergaya Prancis memiliki nilai khusus.

Menurut Bapak Pham Chi Than, mantan Direktur Museum Ba Ria - Vung Tau , daerah ini dulunya memiliki ratusan karya arsitektur bergaya Prancis yang berusia lebih dari 100 tahun. Seiring waktu, hanya tersisa lebih dari 20 rumah bergaya Prancis, terutama berupa vila PO (Pavillon des officiers - tempat tinggal untuk perwira). Karya arsitektur Prancis yang masih ada antara lain: situs bersejarah Bach Dinh di Gunung Lon; mercusuar di Gunung Nho; Grand Hotel (Jalan Nguyen Du); Rumah Tradisi Revolusioner Vung Tau (Jalan Ba Cu); kantor Komite Rakyat Kelurahan Vung Tau (Jalan Ly Thuong Kiet); Perusahaan Gas Vietsovpetro Vietnam-Rusia (Jalan Le Loi)...
Arsitek Nguyen Duc Lap, Ketua Asosiasi Arsitek Ba Ria - Vung Tau, menyatakan bahwa karya arsitektur Prancis yang dibangun di Vung Tau menandai awal proses urbanisasi Prancis di sana. Setiap bangunan memiliki karakteristik unik dan mengesankan tersendiri, yang bertahan sepanjang waktu dan perubahan sejarah. Munculnya karya arsitektur Prancis kuno ini di bagian timur Kota Ho Chi Minh merupakan bukti terbentuknya kota dengan gaya Eropa yang berpadu dengan budaya lokal yang khas.
Secara arsitektur, bangunan-bangunan Prancis kuno memiliki tata letak yang jelas, dengan dinding setebal 30 cm; struktur vertikal yang terdefinisi dengan baik; seringkali menampilkan jendela lengkung; dan koridor yang lebar dan lapang… Untuk menyesuaikan dengan iklim dan budaya Vietnam, bangunan-bangunan Prancis ini memiliki ciri umum: sistem atap berlapis ganda, dengan genteng di atas dan langit-langit di bawahnya. Atap dirancang menjorok untuk menahan hujan lebat dan sinar matahari yang terik di Vietnam. “Dengan karakteristik ini, bangunan-bangunan Prancis sejuk di musim panas dan sangat hangat di musim dingin, dan juga memiliki keunggulan kokoh dan tahan lama,” komentar arsitek Nguyen Duc Lap. Vila-vila tua ini dulunya digunakan sebagai perpustakaan, galeri, kantor lembaga dan organisasi, museum, dan beberapa bahkan sebagai kafe… Pesona unik arsitektur Prancis di jantung kota pesisir telah menciptakan perpaduan yang harmonis, intim, dan menawan, yang jarang ditemukan di kota-kota pesisir lainnya.
Simbol khas
Tidak hanya memiliki nilai sejarah yang signifikan, beberapa karya arsitektur Prancis kuno telah menjadi simbol bagian timur Kota Ho Chi Minh saat ini. Ini termasuk situs bersejarah Bach Dinh, mercusuar, dan Rumah Tradisi Revolusioner. Yang paling menonjol adalah Bach Dinh, sebuah bangunan dengan gaya arsitektur Prancis abad ke-19 yang khas. Bangunan ini memiliki tinggi 15 meter, panjang 28 meter, dan lebar 15 meter, terdiri dari tiga lantai: ruang bawah tanah, lantai dasar, dan lantai atas. Bagian luar Bach Dinh dihiasi dengan pola kuno dan potret para santo Yunani kuno, bersama dengan wajah-wajah wanita Eropa yang cantik. Bunga krisan dan bunga matahari menghiasi bangunan, menambah kemegahannya. Sepasang burung merak hijau zamrud, dihiasi dengan titik-titik perak berkilauan, membentangkan sayapnya dan menari, memberikan bangunan tersebut penampilan yang elegan.
Melestarikan dan menjaga arsitektur kolonial Prancis kuno di lingkungan Vung Tau sangat penting. Di satu sisi, bangunan-bangunan ini memiliki jejak sejarah, budaya, ekonomi , dan sosial yang signifikan; di sisi lain, struktur-struktur ini telah lama menjadi ciri budaya yang unik dan tujuan wisata yang menarik. Tentu saja, melestarikan dan menjaga arsitektur Prancis ini membutuhkan dukungan profesional di bidang arsitektur, sejarah, dan bidang terkait lainnya.
Bapak Vu Hong Thuan, Ketua Komite Rakyat Kelurahan Vung Tau
Mercusuar Vung Tau juga merupakan struktur arsitektur kuno yang indah dan telah menjadi simbol Vung Tau selama bertahun-tahun. Dibangun oleh Prancis pada tahun 1862, mercusuar ini berdiri di ketinggian 149 meter di atas permukaan laut. Pada tahun 1913, Prancis membangun kembali mercusuar tersebut, meningkatkan ketinggiannya dari 149 meter menjadi 170 meter di atas permukaan laut. Mercusuar Vung Tau dianggap sebagai salah satu mercusuar tertua di Vietnam dan Asia Tenggara. Selama bertahun-tahun, mercusuar ini tidak hanya berfungsi sebagai struktur arsitektur biasa tetapi juga sebagai panduan bagi kapal-kapal yang berlayar di Teluk Ganh Rai dengan aman.
Rumah Tradisi Revolusioner Vung Tau (Jalan Ba Cu No. 1, Kelurahan Vung Tau), yang dulunya merupakan markas besar Komite Viet Minh, adalah sebuah vila dua lantai yang luas dan lengkap, terletak di dekat pantai di daerah Bai Truoc. Pada tahun 1991, bangunan ini diakui sebagai monumen bersejarah nasional oleh Kementerian Kebudayaan dan Informasi dan berganti nama menjadi Rumah Tradisi Revolusioner Vung Tau. Saat ini, tempat ini telah menjadi lokasi untuk kegiatan budaya, olahraga, dan pariwisata di Kota Ho Chi Minh.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/kien-truc-phap-co-o-phia-dong-tphcm-post835130.html







Komentar (0)