Membaca label energi dengan cermat adalah indikator kunci yang membantu konsumen berbelanja untuk apa yang mereka butuhkan, menghindari pemborosan uang dan sumber daya.

Memilih peralatan dengan daya yang salah untuk ukuran ruangan, jumlah pengguna, atau frekuensi penggunaan adalah alasan utama mengapa banyak keluarga mengalami tagihan listrik bulanan yang tinggi.
Ibu Nguyen Thu Huong (Komune Phuc Thinh) berbagi: “Sebelumnya, keluarga saya memasang AC 18.000 BTU untuk kamar tidur seluas sekitar 15m² karena kami mengira kapasitas yang lebih tinggi akan mendinginkan ruangan lebih cepat. Setelah beberapa bulan digunakan, tagihan listrik meningkat secara signifikan. Ketika teknisi memberi saran lagi, saya menyadari bahwa kapasitas tersebut terlalu tinggi untuk ukuran ruangan, menyebabkan mesin terus-menerus menyala dan mati, membuang-buang listrik dan mengurangi umur peralatan.”
Bapak Le Dinh Dung, seorang teknisi di Toko Elektronik Phuong Thao (Komune Thien Loc), mengatakan: “Saat memilih AC, selain peringkat efisiensi energi, konsumen perlu memperhatikan kapasitas pendinginan (BTU) untuk memilih ukuran yang tepat untuk ruangan. Untuk kulkas, pertimbangkan kapasitas berdasarkan jumlah anggota keluarga daripada membeli yang besar hanya untuk 'kebutuhan mendesak'. Untuk mesin cuci, keluarga kecil tidak perlu kapasitas 10-12kg jika kebutuhannya hanya 6-8kg per siklus pencucian.” Membaca label efisiensi energi dengan cermat akan membantu konsumen mengetahui konsumsi listrik tahunan rata-rata (kWh/tahun) atau konsumsi per siklus operasi, yang merupakan dasar penting untuk menghitung perkiraan biaya listrik.
Menurut peraturan dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan , banyak kelompok peralatan listrik dan elektronik seperti AC, kulkas, mesin cuci, kipas angin, lampu, penanak nasi, televisi, dan lain-lain, diharuskan memiliki label efisiensi energi sebelum dijual di pasaran. Pada setiap produk, pembeli dapat dengan mudah menemukan dua jenis label umum: Label perbandingan (dengan peringkat bintang dari 1 hingga 5 bintang) dan label sertifikasi (biasanya menyatakan "Efisiensi Energi Tertinggi"). Label perbandingan menunjukkan tingkat efisiensi energi produk melalui jumlah bintang. Semakin banyak bintang, semakin hemat energi produk tersebut dibandingkan dengan rata-rata untuk kelompok peralatan yang sama. Label sertifikasi diperuntukkan bagi produk yang memenuhi atau melampaui tingkat efisiensi tertinggi sesuai dengan standar saat ini. Namun, pada kenyataannya, banyak konsumen masih melakukan pembelian berdasarkan impuls: memilih desain yang menarik, harga rendah, dan konsumsi daya tinggi tanpa memperhatikan informasi pada label efisiensi energi. Akibatnya, peralatan tersebut mungkin melebihi kebutuhan mereka, yang menyebabkan peningkatan konsumsi listrik, biaya operasional yang lebih tinggi, dan kerusakan yang lebih cepat.
Para ahli energi mengatakan bahwa jika setiap rumah tangga memprioritaskan pemilihan peralatan dengan peringkat 4-5 bintang daripada yang berperingkat 2-3 bintang, penghematan listrik dapat mencapai 10-30% tergantung pada kelompok produknya. Dengan jutaan rumah tangga di seluruh negeri, hal ini akan secara signifikan mengurangi tekanan pada jaringan listrik nasional, terutama selama bulan-bulan puncak panas.1 Selain itu, penggunaan peralatan berefisiensi tinggi membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dengan menurunkan permintaan produksi listrik, berkontribusi pada pertumbuhan hijau dan penggunaan energi yang efisien.
Pelabelan energi bukan hanya persyaratan peraturan pemerintah, tetapi juga alat untuk membantu konsumen lebih proaktif dan cerdas dalam pengeluaran mereka. Membaca label energi dengan cermat sebelum membeli peralatan listrik adalah cara paling praktis untuk mulai menghemat uang bagi keluarga Anda, sekaligus berkontribusi dalam melindungi lingkungan dan sumber daya bersama masyarakat.
Sumber: https://hanoimoi.vn/kim-chi-nam-tranh-doi-chi-phi-su-dung-dien-736459.html







Komentar (0)