Saat ini, Pusat tersebut mengelola dan mengkoordinasikan 66 ambulans di seluruh sistem kesehatan provinsi, termasuk secara langsung mengelola 6 ambulans khusus beserta tim tetap personel medis darurat. Dengan motto "cepat - akurat - aman," tim medis darurat selalu siaga 24/7, siap mengirimkan ambulans dalam waktu sekitar satu menit setelah menerima informasi, memastikan penanganan situasi darurat tepat waktu.

Pada tahun 2025, meskipun menghadapi berbagai tantangan terkait sumber daya manusia dan kondisi kerja, Pusat tersebut berupaya mengatasi hambatan, dengan cepat menanggapi ribuan situasi darurat dan menjadi pilar penting dalam perawatan dan perlindungan kesehatan masyarakat. Dalam 11 bulan pertama tahun 2025, Pusat tersebut menangani lebih dari 1.560 kasus transportasi darurat, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu; menerima dan memproses lebih dari 5.000 panggilan darurat, dan berhasil mengkoordinasikan ratusan kasus dari daerah setempat ke fasilitas medis secara tepat waktu. Yang perlu diperhatikan, 100% informasi darurat di provinsi tersebut diterima dan dikoordinasikan melalui saluran telepon 115, yang berkontribusi untuk memastikan keseragaman dan efektivitas sistem darurat pra-rumah sakit.
Selain tugas rutin mereka, layanan medis darurat 115 juga berpartisipasi dalam memastikan perawatan medis di banyak acara politik, budaya, dan olahraga berskala besar di provinsi tersebut; pemeriksaan penting; pencegahan dan pengendalian bencana; operasi penyelamatan dan bantuan, dll. Dalam semua keadaan, tim petugas medis darurat pra-rumah sakit selalu berpegang teguh pada tugas mereka, memprioritaskan keselamatan dan nyawa masyarakat.
Menurut Dr. Nguyen Thi Thanh Thuy (Wakil Direktur Pusat Transportasi Darurat), di balik setiap perjalanan ambulans terdapat upaya tak kenal lelah dari staf medis. Terlepas dari keterbatasan tenaga kerja, beban kerja yang berat, dan seringnya kerja lembur yang dibutuhkan oleh banyak anggota staf, rasa tanggung jawab dan etika medis selalu diprioritaskan.

Bersamaan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, Pusat ini berfokus pada promosi penerapan teknologi informasi dan transformasi digital dalam layanan darurat. Pusat ini terus mengoperasikan sistem "Manajemen dan Pemantauan Kendaraan" daring secara efektif, menerapkan teknologi GPS yang dikombinasikan dengan telekomunikasi dan teknologi informasi. Setiap ambulans dilengkapi dengan perangkat pelacak dengan kartu SIM data, memungkinkan pemantauan daring terhadap lokasi, kecepatan, dan status operasional setiap kendaraan. Hal ini memungkinkan pengiriman kendaraan yang cepat ke lokasi kejadian dan membantu sektor kesehatan mengevaluasi efektivitas setiap unit, serta segera menyesuaikan prosedur tanggap darurat pra-rumah sakit untuk meningkatkan kualitas layanan.
Selain itu, Pusat tersebut telah menerapkan konsultasi daring jarak jauh langsung dari ambulans. Ketika menghadapi pasien yang sakit kritis, tim gawat darurat dapat terhubung melalui tayangan video langsung dari kamera ambulans, memungkinkan dokter di Pusat tersebut untuk memberikan panduan profesional tepat waktu. Solusi ini memaksimalkan keahlian dokter berpengalaman sekaligus meningkatkan keterampilan tim gawat darurat dan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup pasien. Lebih lanjut, semua panggilan yang diterima melalui saluran telepon 115 direkam, sehingga meningkatkan transparansi dan efisiensi manajemen.

Saat ini, Pusat tersebut mengelola sistem tanggap darurat 24/7 dengan 4 tingkat layanan darurat dan total 89 tim tanggap darurat pra-rumah sakit di seluruh provinsi. Berkoordinasi dengan unit kesehatan setempat, Pusat tersebut terus berinvestasi dan mengembangkan Pusat Transportasi Darurat 115 menjadi unit transportasi darurat yang profesional, modern, dan terhubung secara lancar di dalam provinsi, dengan tujuan menjadi model yang menghubungkan daerah tetangga dan secara nasional. Tim tanggap darurat pra-rumah sakit memastikan kepatuhan yang ketat terhadap prosedur teknis profesional dalam perawatan darurat pra-rumah sakit, sekaligus menghubungkan dan memberikan informasi pertolongan pertama awal kepada fasilitas kesehatan untuk mempersiapkan penerimaan pasien.
Wakil Direktur Pusat Transportasi Medis Darurat lebih lanjut menyampaikan: Dalam waktu dekat, Pusat akan terus mengusulkan penambahan personel, berinvestasi dalam peralatan, meningkatkan kualitas pelatihan profesional, dan mempromosikan penerapan transformasi digital untuk lebih memenuhi kebutuhan perawatan darurat dan transportasi pasien. Tujuan unit ini adalah untuk secara bertahap membangun sistem transportasi medis darurat yang profesional, modern, dan terhubung secara sinkron di dalam provinsi.
Sumber: https://baoquangninh.vn/kip-thoi-van-chuyen-cap-cuu-nguoi-benh-3389761.html







Komentar (0)