
John Terry dengan bangga memperlihatkan medali yang diraihnya setelah melewati garis finis - Foto: LM
Akhir pekan lalu, legenda Chelsea dan Inggris, John Terry, secara resmi menyelesaikan London Marathon 2025 sejauh 42,195 km, menandai tonggak penting yang tak terlupakan dalam perjalanan olahraganya setelah pensiun.
'Tegang di semua tempat yang seharusnya tidak tegang'
John Terry, 44 tahun, menyelesaikan tantangan maraton dengan waktu 5 jam, 0 menit, dan 43 detik. Ini adalah kali pertama mantan kapten Chelsea tersebut berpartisipasi dalam lomba lari jarak jauh resmi. Ia tidak sendirian dalam perjalanan ini, karena teman dekatnya, Jody Morris, yang juga mantan pemain Chelsea, menemaninya sepanjang lomba.
Meskipun ia tidak meraih hasil yang luar biasa di lintasan, bagi Terry, ini adalah "kemenangan besar dari tekad yang kuat."
Terry berpartisipasi dalam London Marathon dengan tujuan mulia: mengumpulkan dana untuk Rays of Sunshine, sebuah badan amal yang mendukung anak-anak dengan penyakit yang mengancam jiwa di Inggris.
Menjelang turnamen, ia meminta para penggemar untuk memberikan sumbangan melalui halaman penggalangan dana pribadinya, dengan pesan: "Saya berjuang untuk meraih gelar, sekarang saya berlari untuk anak-anak yang berjuang untuk hidup."
Meskipun berstatus sebagai superstar sepak bola, Terry menghadapi masalah seperti orang lain ketika ia melangkah ke lintasan maraton.
Bahkan insiden yang dialami Terry di London Marathon cukup umum terjadi di kalangan pelari jarak jauh: puting susu berdarah karena gesekan terus-menerus dengan kaus mereka.
Hal ini meninggalkan dua bercak darah yang jelas di kemeja putihnya, menyebabkan banyak penonton di sepanjang jalan merasa khawatir sekaligus... tidak dapat menahan tawa mereka.
Setelah balapan, Terry mengunggah foto istrinya, Toni Terry, sedang memijat kakinya di Instagram pribadinya, dengan keterangan yang lucu: "Kaku di tempat yang salah."
Apakah lari maraton lebih sulit daripada bermain sepak bola?
Setelah menyelesaikan London Marathon 2025, John Terry berbagi pengalamannya, membandingkan lari maraton dengan bermain sepak bola. Dia berkata:
"Lari maraton adalah tantangan yang sama sekali berbeda dibandingkan dengan sepak bola. Dalam sepak bola, Anda bisa berhenti, mengubah arah, dan mendapat dukungan dari rekan satu tim. Tetapi dalam maraton, Anda menghadapi diri sendiri sejauh 42,195 km. Kelelahan dan rasa sakit tak terhindarkan, tetapi perasaan puas setelah berhasil mencapainya sungguh luar biasa."

Terry (kiri) saat London Marathon 2025 - Foto: DM
Terry juga menekankan bahwa meskipun ia telah mengalami banyak pertandingan intens sepanjang kariernya, maraton menghadirkan tantangan yang berbeda, membutuhkan ketekunan dan daya tahan mental yang lebih besar.
Ia menambahkan: "Dalam sepak bola, Anda dapat mengandalkan rekan satu tim, Anda memiliki dukungan taktis. Tetapi dalam maraton, Anda sendirian. Setiap langkah adalah pertarungan dengan diri sendiri."
Terry juga menyatakan bahwa meskipun ia telah pensiun dari sepak bola, ia selalu mencari tantangan baru untuk menguji dirinya sendiri dan berkontribusi kepada masyarakat. Ia berkata:
"Maraton bukan hanya tentang kekuatan fisik, tetapi juga tentang semangat. Saya berharap perjalanan ini akan menginspirasi banyak orang lain, terutama anak-anak yang menghadapi penyakit, untuk mengetahui bahwa tidak ada yang mustahil."
John George Terry (lahir 1980) adalah mantan pemain sepak bola profesional dan manajer sepak bola Inggris yang bermain sebagai bek tengah. Ia pernah menjadi kapten Chelsea, Aston Villa, dan tim nasional sepak bola Inggris.
John Terry dianggap sebagai salah satu bek terbaik di Inggris dan Liga Premier sepanjang masa. Selama karier bermainnya, John Terry memenangkan penghargaan Bek Terbaik UEFA pada tahun 2005, 2008, dan 2009.
Ia adalah satu-satunya pemain Inggris yang masuk dalam tim All-Star Piala Dunia FIFA 2006. Sebagai kapten tersukses dalam sejarah Chelsea, John Terry membantu klub memenangkan 5 gelar Liga Premier, 5 Piala FA, 1 Liga Europa UEFA, dan 1 Liga Champions UEFA.
Sumber: https://tuoitre.vn/la-sieu-sao-bong-da-john-terry-thua-nhan-chay-marathon-kho-hon-20250429105920108.htm








Komentar (0)