Menurut Profesor Madya Dr. Nguyen Anh Tuan, Wakil Direktur Institut Bedah Pencernaan, Rumah Sakit Militer Pusat 108 ( Hanoi ), untuk menentukan secara akurat nutrisi apa yang kurang dalam tubuh Anda dan bagaimana cara melengkapinya dengan tepat, Anda perlu melakukan pemeriksaan kesehatan dan menjalani beberapa tes darah, tes fungsi hati, dan tes unsur jejak.
Selain itu, perlu dipertimbangkan apakah diet harian mencakup semua kelompok makanan penting seperti sayuran hijau, buah-buahan, biji-bijian, protein, lemak sehat, dan makanan kaya serat.
Banyak orang makan banyak tetapi tetap menderita kekurangan nutrisi karena berbagai alasan seperti kebiasaan makan yang tidak sehat (mengonsumsi banyak makanan berkalori tinggi seperti makanan cepat saji dan makanan olahan), asupan serat yang tidak mencukupi yang menyebabkan rasa kenyang yang rendah dan sering merasa lapar. Pola makan yang tidak seimbang juga menyebabkan kekurangan vitamin dan mineral penting.
Secara umum, manusia perlu mengonsumsi berbagai macam makanan, termasuk keempat kelompok makanan: karbohidrat, protein, lemak (lipid), serta vitamin dan mineral.
Faktanya, kekurangan nutrisi dapat bermanifestasi dalam berbagai cara, tergantung pada nutrisi spesifik yang kurang dimiliki tubuh.
Gejala umum meliputi kelelahan, lemas, melemahnya sistem kekebalan tubuh, kelemahan otot, gangguan pencernaan, stres psikologis, atau masalah seperti rambut kering, kuku lemah, kulit kering, penyembuhan luka yang lambat, serta gangguan daya ingat dan berpikir.
Anda sebaiknya mendokumentasikan gejala yang Anda alami, karena ini dapat membantu tenaga kesehatan mengidentifikasi hubungan antara gejala tersebut dan kekurangan nutrisi. Berdasarkan penilaian tersebut, Anda dapat melengkapi diet Anda dengan nutrisi yang kurang.
Pola makan yang bervariasi setiap hari diperlukan untuk menghindari kekurangan nutrisi. (Gambar ilustrasi)
Tanda-tanda peringatan bahwa tubuh Anda kekurangan mikronutrien tertentu.
Kekurangan kalsium dapat menyebabkan mati rasa dan kesemutan di jari: Kalsium membantu memperkuat tulang dan mengontrol fungsi otot dan saraf. Kekurangan kalsium dan vitamin D dapat menyebabkan osteoporosis. Tanda-tanda kekurangan kalsium yang parah meliputi mati rasa dan kesemutan di jari, serta detak jantung yang tidak teratur.
Kelelahan dan nyeri tulang akibat kekurangan vitamin D: Vitamin D sangat penting untuk kesehatan tulang dan membantu mencegah kanker tertentu. Gejala kekurangan vitamin D terkadang tidak terlalu kentara dan dapat meliputi kelelahan, nyeri tulang, perubahan suasana hati, nyeri otot, atau kelemahan.
Kekurangan kalium menyebabkan kelemahan otot dan sembelit: Kalium membantu menjaga fungsi jantung, saraf, dan otot, menyediakan nutrisi bagi sel, membuang limbah dari tubuh, dan menyeimbangkan tekanan darah. Kekurangan kalium jangka pendek dapat disebabkan oleh diare, muntah, keringat berlebihan, penggunaan antibiotik, obat pencahar, atau diuretik. Orang dengan kekurangan kalium mungkin mengalami kelemahan otot, kejang atau kram; sembelit; kesemutan dan mati rasa di ekstremitas; detak jantung tidak teratur atau palpitasi...
Kekurangan vitamin B12 menyebabkan kelelahan dan pembengkakan lidah: Vitamin B12 mendukung produksi sel darah merah dan DNA, serta meningkatkan fungsi transmisi saraf. Vegetarian dan vegan berisiko lebih tinggi mengalami kekurangan karena vitamin ini langka di tumbuhan. Gejala kekurangan ini meliputi mati rasa di kaki, lengan, atau telapak kaki, kesulitan menjaga keseimbangan, anemia, kelelahan, lemas, pembengkakan lidah, peradangan, kehilangan ingatan, dan lain-lain.
Kekurangan vitamin B1 menyebabkan gangguan pencernaan dan diare : Anda mungkin kekurangan vitamin B1 jika mengalami gejala seperti gangguan pencernaan, diare, sirkulasi darah yang buruk, dan kecemasan.
Kekurangan vitamin B memengaruhi sistem saraf : Kekurangan vitamin B (B6, B9, dan B12) dapat memengaruhi ujung saraf di bawah kulit, menyebabkan rasa terbakar, gatal, dan mati rasa di anggota tubuh. Kekurangan vitamin B2 dapat menyebabkan sariawan, luka di bibir, kelelahan, dan rambut kering.
Kekurangan zat besi dapat menyebabkan detak jantung cepat serta tangan dan kaki dingin: Zat besi sangat penting untuk produksi sel darah merah, yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Mereka yang berisiko kekurangan zat besi meliputi wanita selama menstruasi, anak-anak yang sedang tumbuh, wanita hamil, dan orang-orang yang mengikuti diet vegan.
Orang yang kekurangan zat besi rentan mengalami kelemahan, kelelahan, sesak napas, detak jantung cepat, kulit pucat, sakit kepala, tangan dan kaki dingin, lidah sakit atau bengkak, dan kuku rapuh. Gejala awal seringkali ringan dan samar, tetapi menjadi lebih jelas seiring dengan menipisnya cadangan zat besi.
Kekurangan magnesium menyebabkan kehilangan nafsu makan dan mual: Magnesium membantu mendukung kesehatan tulang dan produksi energi. Gejala kekurangan magnesium meliputi kehilangan nafsu makan, mual dan muntah, kelelahan, kelemahan; dalam kasus yang lebih parah, dapat menyebabkan mati rasa, kesemutan, kram, kejang otot, detak jantung tidak teratur, atau kejang arteri koroner.
Kekurangan vitamin A menyebabkan jerawat: Kekurangan vitamin A dapat dengan mudah menyebabkan gejala seperti munculnya jerawat, bintik-bintik di pipi, lengan, dan paha, rambut kering, kelelahan, insomnia, penglihatan kabur di malam hari, penurunan indra penciuman dan perasa, serta peningkatan kerentanan terhadap infeksi.
Kekurangan vitamin D menyebabkan osteoporosis dan kerusakan gigi: Keringat malam yang berlebihan dan kerontokan rambut pada anak kecil merupakan tanda kekurangan vitamin D, yang menyebabkan gangguan penyerapan kalsium dan fosfor. Kekurangan ini dapat menyebabkan gangguan akut atau jangka panjang pada sistem kerangka dan gigi anak-anak, seperti rakhitis, penutupan fontanel yang tertunda, erosi enamel, dan osteoporosis pada orang dewasa.
Sumber: https://vtcnews.vn/lam-sao-de-biet-co-the-thieu-chat-gi-ar913576.html







Komentar (0)