"Rusia telah mengomunikasikan peluncuran rudal tersebut melalui Pusat Pengurangan Risiko Nuklir. Kami akan terus memantau situasi," ujar seorang pejabat Pentagon pada 2 Maret (waktu setempat), merujuk pada peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) RS-24 Yars oleh Rusia dalam latihan tempur pada 1 Maret.
Secara khusus, pada tanggal 1 Maret, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan telah melakukan latihan tempur peluncuran rudal balistik antarbenua berbahan bakar padat bergerak Yars dari kosmodrom Plesetsk.
Rudal balistik antarbenua Yars.
"Awak Divisi Rudal ke-14 meluncurkan rudal balistik antarbenua RS-24 Yars selama latihan tempur di kosmodrom Plesetsk. Hulu ledak latihan tersebut jatuh ke area target di lapangan latihan Kura di Semenanjung Kamchatka," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia.
Menurut militer Rusia, tujuan peluncuran uji coba ini adalah untuk memeriksa dan mengonfirmasi karakteristik taktis dan teknis sistem Yars, serta memungkinkan Pasukan Rudal Strategis untuk menyelesaikan proses penempatan kembali baterai Yars ke daerah terpencil sebelum melakukan penembakan.
" Semua tugas yang ditetapkan telah diselesaikan," tambah Kementerian Pertahanan Rusia.
RS-24 Yars adalah salah satu rudal balistik antarbenua (ICBM) utama Rusia yang pertama kali diuji pada tahun 2007. Yars merupakan singkatan dari "Yadernaya Raketa Sderzhivaniya", yang berarti "rudal pencegah nuklir".
Rudal ini memiliki jangkauan maksimum 12.000 km dan dapat membawa 10 hulu ledak termonuklir, masing-masing berkekuatan setara dengan 300.000 ton TNT. Pasukan Rudal Strategis adalah salah satu dari lima cabang militer Rusia, yang bertanggung jawab atas pengoperasian peluncur bergerak dan silo ICBM.
Yars adalah versi terbaru dari sistem rudal Topol-M. Rusia mulai mengerahkan sistem ICBM Yars pada tahun 2009, ketika peluncur Yars diterima untuk tugas tempur eksperimental di Pasukan Rudal Strategis. Saat ini, sekitar 150 rudal Yars dilengkapi dengan delapan divisi.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)