GĐXH - Setelah enam bulan menabung, seorang wanita lanjut usia mendapati bahwa hampir seluruh uangnya sebesar 3,1 miliar VND telah hilang.
Seorang wanita lanjut usia menyetor 3,1 miliar VND ke rekening tabungan tetapi tidak dapat menariknya setelah 6 bulan.

Setelah enam bulan menabung, uang sebesar 3,1 miliar VND milik wanita lanjut usia itu hampir habis.
Seorang wanita berusia 70 tahun bernama Zhang (Tiongkok), setelah pensiun, telah mengumpulkan sejumlah uang. Dia memutuskan untuk menyimpannya di bank dengan harapan dapat menjalani kehidupan yang nyaman di masa tuanya.
Menurut keluarga Ibu Zhang, sebelum pensiun, beliau bekerja selama bertahun-tahun di sebuah perusahaan. Karena gaji bulanannya yang stabil, beliau berhasil mengumpulkan sejumlah uang yang cukup besar, sekitar 900.000 RMB (setara dengan 3,1 miliar VND). Untuk mengelola keuangannya dengan lebih baik, beliau memilih untuk menyimpan tabungannya di bank lokal.
Namun, enam bulan setelah menyetorkan uang tersebut, ia terkejut mendapati dana itu telah hilang dari rekeningnya. Ketika Ibu Zhang mencoba menarik sebagian tabungannya untuk biaya hidup, ia mendapati hanya tersisa 1.000 RMB (sekitar 3,5 juta VND) di rekeningnya. Ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya dan meminta staf untuk memeriksa kembali. Ternyata, rekeningnya hanya tersisa 1.000 RMB.
Karena sangat ketakutan dan khawatir, Ibu Truong segera menghubungi bank untuk memeriksa. Tetapi ketika ia menemui staf bank untuk menjelaskan situasinya, mereka mengklaim bahwa uangnya telah ditransfer ke beberapa rekening yang tidak dikenal, tetapi itu bukan kesalahan bank.
Pihak bank membantah bertanggung jawab, dan polisi yang melakukan penyelidikan telah angkat bicara.

Pelajaran manajemen keuangan bagi banyak orang.
Perwakilan bank mengakui bahwa riwayat transaksi Ibu Truong menunjukkan bahwa uang telah ditransfer, tetapi karena transaksi dilakukan melalui ATM, bank menyatakan bahwa mereka tidak bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Karyawan bank menyarankan agar ia melaporkannya ke polisi. Tanggapan ini membuat Ibu Truong marah dan kecewa. Ia merasa sikap bank tersebut tidak bertanggung jawab dan mereka menolak mengakui kesalahan mereka.
Setelah penyelidikan, ditemukan bahwa uang Ibu Truong ditransfer secara bertahap, dan orang di baliknya adalah Direktur Hoang, yang bertanggung jawab atas rekeningnya saat itu. Ia telah mengundurkan diri, dan baik bank maupun polisi belum dapat menghubunginya. Karyawan bank menyatakan bahwa Ibu Truong lalai saat menandatangani kontrak dan tanpa sengaja terjebak dalam perangkap tersebut.
Memanfaatkan kepercayaannya, pria ini menukar semua dokumen, membuat buku tabungan dan surat-surat terkait yang dipegang oleh Nyonya Truong menjadi palsu. Kemudian, menggunakan posisi dan wewenangnya serta dokumen asli yang dimilikinya, ia menggelapkan seluruh tabungannya.
Insiden ini telah menarik perhatian dan diskusi luas di masyarakat Tiongkok. Sebagian berpendapat bahwa bank harus bertanggung jawab, alih-alih hanya menghindari tanggung jawab atau menyalahkan nasabah. Sebagian lainnya menyarankan bahwa diperlukan lebih banyak mekanisme pengawasan dan regulasi hukum untuk melindungi hak dan kepentingan nasabah. Jika tidak, individu yang tidak bertanggung jawab akan mengeksploitasi celah dan kekurangan untuk keuntungan pribadi, merugikan kepentingan dan hak masyarakat.
Sebagai lembaga yang terpercaya, bank memiliki tanggung jawab dan kewajiban yang lebih besar untuk memastikan bahwa simpanan nasabah aman dan menguntungkan. Jika mereka gagal melakukannya, mereka akan kehilangan kepercayaan masyarakat.
Selain itu, di era informasi ini, kita membutuhkan lebih banyak langkah keamanan untuk melindungi diri kita dan aset kita. Munculnya mata uang kripto dan aset digital juga membawa banyak peluang baru bagi mereka yang berniat melakukan penipuan dan mencuri aset.
Dalam konteks ini, sebagai konsumen, kita juga perlu lebih berhati-hati dan secara sadar melindungi diri sendiri, menggunakan saluran resmi untuk transaksi keuangan, meningkatkan kemampuan pencegahan risiko, dan mengelola tabungan dengan aman. Lebih penting lagi, kita perlu waspada dan tidak mempercayakan aset kita kepada individu atau organisasi yang tidak dapat dipercaya.
Sumber: https://giadinh.suckhoedoisong.vn/cu-ba-gui-tiet-kiem-31-ty-dong-nhung-khong-the-rut-sau-6-thang-loi-khong-phai-do-ngan-hang-172241230081228242.htm






Komentar (0)