Di era digital, bahasa anak muda berubah dengan kecepatan yang sangat pesat. Banyak kata bahasa Inggris telah masuk ke Vietnam dan dengan cepat menjadi umum di kalangan Generasi Z. Di antaranya, kata "lowkey" sering muncul di berbagai platform media sosial, mulai dari Facebook dan TikTok hingga Instagram.
Namun, cara banyak anak muda Vietnam menggunakan kata ini berbeda dari makna aslinya.
Apa arti "lowkey"?
Lowkey (ejaan lengkapnya low-key) berasal dari musik , awalnya digunakan untuk menggambarkan rentang vokal yang rendah dan dalam. Pada abad ke-19, penulis Charles Dickens menggunakan "lowkey" untuk menggambarkan suara karakter dalam salah satu novelnya.

Menguraikan kamus Generasi Z: 'Apa arti Lowkey?'.
Kemudian, "lowkey" mulai digunakan dalam buku-buku bahasa untuk merujuk pada seseorang dengan suara rendah dan lembut, seperti bisikan. Sebelum tahun 1890-an, "lowkey" adalah metafora untuk sesuatu yang tenang, sederhana, atau moderat. Sekitar 100 tahun kemudian, makna lowkey meluas, sekarang merujuk pada kenyamanan dan kealamian.
Menurut Kamus Bahasa Inggris Cambridge, "lowkey" didefinisikan sebagai kata sifat yang menggambarkan sesuatu yang tenang, sederhana, dan tidak menarik banyak perhatian atau keributan. Misalnya, "The wedding was a low-key affair, with less than 30 people attending" berarti pernikahan itu cukup sederhana, dengan kurang dari 30 orang yang hadir.
Istilah "lowkey" dikenal populer di kalangan hip-hop Amerika sebelum secara bertahap menyebar ke masyarakat umum. Pada tahun 2014, istilah ini disebutkan dalam lirik lagu Nicki Minaj "Only." Berdasarkan konteks lagu tersebut, "low-key" berarti merahasiakan sesuatu, sedangkan "high-key" berarti mempublikasikannya.
"Santai saja" dalam "kamus Generasi Z"
Ketika istilah "lowkey" muncul di media sosial Vietnam, maknanya berubah. Mereka menggunakannya untuk merujuk pada seseorang yang memilih gaya hidup tertutup, tidak ingin menarik perhatian atau pamer di media sosial.
Banyak anak muda mendefinisikan "cowok kalem" atau "cewek kalem" hanya berdasarkan profil mereka. Akun dengan avatar anonim, tanpa foto diri, tanpa pembaruan status, dan sedikit interaksi tiba-tiba dicap sebagai "kalem".

Istilah "lowkey" digunakan oleh anak muda untuk menyebut mereka yang jarang mengunggah foto di media sosial. (Gambar: iStock)
Banyak orang membangun citra "sederhana" secara online dengan menyembunyikan semua unggahan mereka. Beberapa orang dicap sebagai penyendiri atau "sederhana" karena mereka tidak memposting cerita pribadi, frustrasi, atau kesulitan terkait pekerjaan di media sosial, dan mereka tidak memiliki banyak teman di platform tersebut.
Istilah "lowkey" dalam bahasa gaul anak muda semakin menyimpang dari makna aslinya. Bahkan mereka yang tidak mengikuti tren media sosial terbaru pun disebut "lowkey." Misalnya: "Kamu tidak tahu tentang selebriti A? Kamu hidup 'lowkey' seperti itu."
Bagi kaum muda yang gemar menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda, "memodifikasi" kata-kata umum dipandang sebagai permainan yang menyenangkan dan trendi. Namun, banyak generasi yang lebih tua yang menghargai norma linguistik percaya bahwa terlalu jauh dalam "mengubah" kata-kata akan membuat bahasa menjadi kurang murni. Mereka juga khawatir bahwa kaum muda yang menggunakan kata-kata gaul sebagai tren tanpa memahami makna aslinya dapat salah menafsirkannya, yang menyebabkan kesalahpahaman dalam komunikasi.
Sumber: https://vtcnews.vn/lowkey-la-gi-trong-ngon-ngu-cu-dan-mang-tre-ar1020693.html








Komentar (0)