(Surat Kabar Dan Tri) - Menurut Tran Dinh Canh, Direktur Departemen Dalam Negeri, Hanoi membutuhkan hampir 96.000 guru tetapi saat ini hanya memiliki sekitar 90.000 guru.
Tingkat ketersediaan tenaga pengajar di Hanoi saat ini hanya mencapai 93% dari target. Jumlah guru yang masih dibutuhkan adalah 6.277 orang.
Menjelaskan kekurangan guru, Direktur Departemen Dalam Negeri Tran Dinh Canh menyebutkan dua alasan: gaji rendah dan pekerjaan yang tidak stabil.
Oleh karena itu, meskipun Keputusan Pemerintah Nomor 111 mengizinkan penandatanganan kontrak untuk mengundang guru mengajar, sekolah-sekolah masih menghadapi kesulitan dalam mencari dan mempertahankan guru kontrak.
Selain itu, Bapak Tran Dinh Canh juga menyoroti realitas pertumbuhan penduduk yang pesat akibat migrasi di banyak distrik dengan wilayah perkotaan yang luas, yang menyebabkan lonjakan jumlah siswa sementara jumlah guru tidak bertambah, sehingga mengakibatkan penurunan tajam rasio guru-siswa.

Guru sejarah saat lokakarya (Foto: Dinas Pendidikan dan Pelatihan Hanoi).
Departemen Dalam Negeri telah berkoordinasi dengan distrik dan kabupaten untuk mengatur guru di semua tingkatan pendidikan. Namun, hal ini menghadapi beberapa kendala karena kualifikasi guru harus sesuai dengan pelatihan mengajar yang dibutuhkan di setiap sekolah.
Meskipun secara umum terjadi kekurangan guru, Hanoi justru memiliki surplus guru prasekolah di wilayah tertentu. Direktur Departemen Pendidikan dan Pelatihan, Tran The Cuong, menjelaskan bahwa penggabungan sekolah-sekolah yang lebih kecil menjadi kampus utama telah mengakibatkan surplus guru prasekolah.
Untuk mengatasi hal ini, Departemen Pendidikan dan Pelatihan mengusulkan mekanisme dan rencana kepegawaian yang memungkinkan transfer guru dari satu distrik ke distrik lain. Hal ini membutuhkan partisipasi Departemen Dalam Negeri, menurut Bapak Tran The Cuong.
Sumber: https://dantri.com.vn/giao-duc/ly-do-nao-khien-ha-noi-thieu-hon-6000-giao-vien-20241212111505092.htm








Komentar (0)