• "Rumah yang hangat dan aman" – Impian Ibu Hanh dan anak-anaknya.
  • Rumah yang hangat dan nyaman di awal musim semi.
  • Rumah yang hangat dan aman - Mengembalikan kenyamanan dalam kehidupan yang dilanda kemiskinan.

Di usia senja mereka, sementara banyak orang bersatu kembali dengan anak dan cucu mereka, Tuan dan Nyonya Banh masih saling bergantung satu sama lain, hidup sendirian dan menderita sakit. Rumah tua mereka dalam kondisi rusak parah: atap bocor, dinding runtuh, lantai rendah, dan setiap kali hujan, kekhawatiran mereka hanya bertambah.

Bapak Pham Van Het, Wakil Ketua Komite Rakyat Kelurahan Gia Rai, menyerahkan plakat simbolis untuk "Rumah yang Aman dan Terjamin," sebagai bentuk dukungan kepada keluarga Bapak Banh agar kehidupan mereka lebih stabil.

Di usia 78 tahun, Bapak Banh hampir kehilangan penglihatannya, dan kakinya lemah karena osteoartritis, sehingga berjalan menjadi sangat sulit. Ibu Noi juga sudah lanjut usia, kesehatannya menurun, dan punggungnya bungkuk karena usia. Kehidupan mereka yang sudah sulit menjadi semakin menyedihkan karena mereka telah kehilangan tujuh anak satu demi satu; anak mereka yang tersisa berjuang untuk mencari nafkah dan tidak dapat memberikan perawatan terus-menerus.

Warga setempat dan pihak berwenang datang untuk merayakan bersama keluarga Bapak Tran Van Banh pada hari mereka menerima rumah baru mereka.