Bagi banyak orang di Kota Ho Chi Minh, pergi ke pasar bunga di taman pada hari-hari terakhir tahun bukan hanya tentang berbelanja untuk Tet (Tahun Baru Imlek) tetapi juga sebuah tradisi yang telah dilestarikan di tengah hiruk pikuk kota.

Jual beli bunga Tet di Taman Budaya Le Thi Rieng menjelang Tet.
Beli bunga, rayakan Tet.
Di sore hari, Taman Lãnh Binh Thăng (Kelurahan Phú Thọ ) tampak dihiasi dengan nuansa musim semi. Jalan setapak yang biasa dilalui dipenuhi deretan kios yang menjual bunga krisan, marigold, bunga jengger ayam, dan banyak lagi. Para penjual sibuk menyirami tanaman, sementara para pembeli membungkuk untuk memeriksa setiap pot, membandingkan warna dan bentuknya. Suara penawaran harga dan jawaban terus bergema, menciptakan ritme unik di hari-hari menjelang Tet (Tahun Baru Imlek).

Bapak Nguyen Van Hoa dengan teliti memilih pot bunga Tet di taman.
Pak Nguyen Van Hoa dengan hati-hati memilih sepasang bunga krisan kuning dan meletakkannya di sepeda motornya. Ia bercerita bahwa setiap tahun keluarganya menghabiskan sore hari tanggal 27 atau 28 bulan kedua belas kalender lunar untuk pergi ke taman membeli bunga.
"Pot bunga krisan ini bukan untuk memamerkan keindahannya, tetapi untuk menciptakan suasana meriah di rumah. Ketika anak-anak melihat bunga-bunga ini, mereka tahu bahwa liburan akan segera tiba, dan reuni keluarga sudah dekat," kata Bapak Hoa. Ia juga mengungkapkan bahwa memilih bunga sendiri adalah kebiasaan yang tak bisa ia tinggalkan, sebagai cara untuk melestarikan suasana Tet tradisional di tengah hiruk pikuk kota.
Tidak jauh dari situ, Ibu Le Thi Kim Oanh (seorang pekerja garmen yang menyewa kamar di dekat taman) sedang memilih pot kecil berisi bunga marigold. Ia mengatakan bahwa kamar sewaannya kecil dan ia tidak bisa memajang banyak bunga, tetapi ia tetap ingin memiliki bunga untuk Tết.
"Setelah bekerja jauh dari rumah sepanjang tahun, dan tidak bisa pulang untuk Tết, tanaman pot ini seperti membawa sebagian rumah kembali ke kamar sewaan saya. Dengan bunga dan makanan kecil, secara alami terasa lebih hangat dan nyaman," ungkap Oanh.
Bagi Ibu Oanh, bunga-bunga dalam pot di penghujung tahun bukan hanya untuk dikagumi, tetapi juga sebagai pengingat akan awal yang baru, terlepas dari banyak kekhawatiran yang dihadapinya.
Membawa harapan Tahun Baru
Di Taman Budaya Le Thi Rieng (kelurahan Hoa Hung), deretan kios memajang berbagai macam bunga: krisan besar, bunga aprikot hasil cangkokan, pohon kumquat yang sarat buah... Banyak keluarga memanfaatkan kesempatan untuk berjalan-jalan bersama anak-anak mereka, mengagumi bunga-bunga dan merasakan bahwa Tet (Tahun Baru Imlek) semakin dekat.

Berbagai jenis bunga dapat ditemukan di Taman Le Thi Rieng.
Bapak Tran Minh Quan berdiri cukup lama di depan deretan pohon aprikot hasil cangkokan. Menurutnya, setelah setahun mengalami banyak fluktuasi bisnis, memilih bunga Tet memiliki makna spiritual yang lebih besar daripada nilai materialnya.
"Saya memilih pohon bonsai bunga aprikot dengan bentuk menjulang ke atas dan kuncup yang tersebar merata untuk diletakkan di depan rumah sebagai pengingat bagi seluruh keluarga bahwa kita harus berusaha keras di tahun baru, tetapi yang terpenting, kedamaian dan keselamatan adalah yang utama," kata Bapak Quan. Momen ketika ia, istri, dan anak-anaknya pergi ke pasar bunga adalah waktu bagi keluarga untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama sebelum Tahun Baru.
Pilihan bunga setiap orang juga mencerminkan kisah Tet (Tahun Baru Imlek) mereka. Ibu Pham Thi Sau (pensiunan) mengatakan bahwa setiap tahun beliau memilih pohon kumquat kecil dan kompak yang sangat cocok dengan ruang keluarga beliau.
Menurut Ibu Sau, bunga Tet tidak perlu rumit atau besar; bunga tersebut hanya perlu membawa semangat musim semi ke dalam rumah. Di hari-hari menjelang Tet, melihat pot berisi kumquat emas dan cucu-cucu yang dengan antusias bertanya apakah Tet sudah tiba, membuat suasana di keluarga semakin gembira.
Bagi seorang wanita yang telah bertahun-tahun merayakan Tet di kota, pasar bunga di taman adalah tempat di mana kegembiraan Tet diungkapkan dengan cara yang sangat sederhana.
Dari pasar bunga di taman-taman, Tet (Tahun Baru Vietnam) diam-diam mengikuti para pembeli pulang ke rumah mereka. Baik itu rumah di kota atau kamar sewaan, baik pot bunganya besar atau kecil, momen memilih bunga di akhir tahun tetap membawa makna yang sama: menandai berakhirnya tahun lama dan membuka harapan untuk tahun baru.
Di tengah hiruk pikuk kehidupan kota, pasar bunga di taman tetap teguh mempertahankan perannya sebagai titik awal perayaan Tet, dimulai dengan satu pot bunga dan menyebar menjadi perasaan kebersamaan di setiap rumah.
Sumber: https://nld.com.vn/mang-tet-ve-nha-tu-nhung-cho-hoa-cong-vien-196260214180554174.htm








Komentar (0)