Situasi berubah selama jendela transfer musim panas, setelah Mbappe tiba-tiba memutuskan dia tidak ingin memperbarui kontraknya dengan PSG, hanya ingin bermain hingga musim 2023-2024 dan kemudian pergi sebagai pemain bebas transfer. Perubahan ini juga mengubah posisi Mbappe di klub Paris tersebut.
Mbappe tidak ditunjuk sebagai kapten PSG seperti yang dia harapkan.
"PSG mengadakan dua putaran pemungutan suara untuk kapten tim. Bek Marquinhos masih menikmati kepercayaan rekan-rekan setimnya, sementara Mbappe tampaknya telah kehilangan dukungan mereka. Mbappe, bersama dengan Verratti, Danilo Pereira, dan Presnel Kimpembe, adalah kandidat utama dalam pemungutan suara kapten PSG, tetapi semuanya menerima suara jauh lebih sedikit daripada Marquinhos," lapor L'Équipe (Prancis).
"Sekarang, orang-orang harus menunggu dan melihat peran apa yang akan diberikan pelatih Luis Enrique kepada Mbappe di PSG. Pelatih asal Spanyol itu telah menyatakan bahwa dia tidak ingin terlibat dalam penunjukan kapten klub."
Itulah mengapa ada pemungutan suara. Marquinhos pantas menjadi kapten PSG, karena bek tengah ini juga pernah menjadi kapten di bawah pelatih Mauricio Pochettino dan juga pelatih Christophe Galtier. Oleh karena itu, ia memiliki banyak pengalaman dan kemampuan untuk memimpin tim Paris," demikian penilaian L'Équipe .
Mbappe belum memutuskan masa depannya di PSG.
"Posisi Mbappe hanya bisa berubah, dengan kemungkinan kembali menjadi wakil kapten PSG, jika ia setuju untuk melakukan negosiasi perpanjangan kontrak dalam waktu dekat. PSG masih berharap untuk mempertahankan Mbappe, memberinya opsi untuk pergi pada Juni 2024 jika ia menandatangani perpanjangan kontrak hingga Juni 2025. Kemungkinan ini saat ini sangat optimis, karena pihak Mbappe telah menyetujui negosiasi," tambah L'Équipe .
Tautan sumber








Komentar (0)