
Microsoft bermitra dengan Mayo Clinic untuk mengembangkan model AI khusus untuk bidang perawatan kesehatan . (Foto: Bloomberg/Getty Images)
Microsoft dan Mayo Clinic berkolaborasi untuk mengembangkan model kecerdasan buatan (AI) yang khusus di bidang perawatan kesehatan, di tengah tren yang semakin meningkat di mana orang menggunakan chatbot AI untuk mengajukan pertanyaan terkait kesehatan.
Sebelumnya, banyak orang mencari informasi medis di internet. Sekarang, puluhan juta orang beralih ke chatbot AI, yaitu alat percakapan otomatis yang dapat merespons dalam bahasa alami. Namun, chatbot populer sering dilatih dari berbagai sumber data, termasuk sejumlah besar konten internet, sehingga jawaban medis mereka mungkin tidak akurat atau bahkan berisiko.
Proyek yang dilakukan oleh Microsoft dan Mayo Clinic ini bertujuan untuk mengatasi masalah ini dengan membangun model AI yang dilatih khusus menggunakan data medis, termasuk catatan, penelitian, dan pengalaman dokter di Mayo Clinic. Mayo Clinic adalah sistem layanan kesehatan besar di Amerika yang dikenal karena menangani dan meneliti kasus-kasus medis yang kompleks.
Gianrico Farrugia, CEO Mayo Clinic, mengatakan proyek ini membutuhkan data yang tepat dan para ahli yang tepat untuk menciptakan hasil perawatan kesehatan yang lebih baik bagi para pengguna.

Logo Microsoft ditampilkan di luar kantor pusatnya di Issy-les-Moulineaux, dekat Paris, Prancis, pada 13 Mei 2024. (Foto: AP)
Sesuai rencana, Mayo Clinic akan memiliki model AI ini. Awalnya, teknologi ini dapat digunakan untuk membantu dokter di rumah sakit Mayo Clinic, dan kemudian dapat dilisensikan ke fasilitas medis lainnya. Kedua pihak juga ingin mengembangkan asisten AI medis sehingga pasien dapat mengajukan pertanyaan melalui portal online rumah sakit.
Alat ini dapat membantu pasien lebih memahami diagnosis mereka, langkah selanjutnya dalam pengobatan, atau informasi pencegahan. Selain itu, model ini dapat meningkatkan cara Copilot, chatbot AI Microsoft, menjawab pertanyaan terkait kesehatan.
Namun, Microsoft mengatakan proses ini tidak akan terjadi dengan cepat. Mustafa Suleyman, CEO Microsoft AI, memperkirakan bahwa akan dibutuhkan waktu bertahun-tahun bagi kedua pihak untuk melatih dan memvalidasi model agar cukup akurat sebelum digunakan secara luas untuk pertanyaan medis berisiko tinggi.
Awalnya, model ini akan diberikan kepada para ahli di Mayo Clinic untuk pengujian akurasi. Mayo Clinic menyatakan bahwa mereka telah menganonimkan data pasien untuk pelatihan AI dan sebelumnya telah membangun model yang lebih kecil untuk membantu mendeteksi penyakit jantung dan mendiagnosis kanker pankreas.
Sumber: https://vtv.vn/microsoft-hop-tac-mayo-clinic-phat-trien-ai-y-te-10026060316401349.htm







Komentar (0)