
Berinvestasi dalam ekosistem film yang lengkap.
Menurut para ahli, masuknya Kota Ho Chi Minh ke dalam Jaringan Kota Kreatif UNESCO secara resmi memberikan Vietnam destinasi yang diakui secara internasional di bidang perfilman, serupa dengan pusat-pusat terkenal seperti Busan (Korea Selatan), Sydney (Australia), atau Roma (Italia) - kota-kota yang telah memanfaatkan perfilman untuk mengembangkan industri budaya, pariwisata, dan komersial mereka. Pengakuan ini juga membuka jalan untuk mengembangkan industri film sesuai standar internasional, dengan menggabungkan kreativitas, teknologi, dan ekonomi secara harmonis.
Bapak Nguyen Hoang Hai, Direktur Konten CGV Vietnam, percaya bahwa peluang terbesar yang dibawa oleh gelar ini adalah konektivitas. Dengan bergabung dengan jaringan "Kota Kreatif untuk Sinema" UNESCO, Kota Ho Chi Minh memiliki lebih banyak peluang untuk kerja sama internasional dan perluasan hubungan dengan dana dan studio film global. Hal ini membantu produser, sutradara, dan aktor domestik untuk mengakses teknologi dan model produksi yang lebih modern.
Namun, untuk mempertahankan gelar tersebut, Kota Ho Chi Minh perlu terus berinvestasi dalam membangun ekosistem film yang lengkap; infrastruktur dan kebijakan adalah dua faktor kunci. Secara khusus, kota ini membutuhkan studio berstandar internasional, pusat pasca-produksi, kompleks produksi, serta kebijakan pajak preferensial, dukungan investasi, dan penggantian biaya untuk kru film internasional. Hanya ketika rantai nilai dari produksi dan distribusi hingga penonton disempurnakan, gelar "Kota Kreatif untuk Sinema" akan benar-benar memiliki makna yang abadi.
Dari perspektif manajemen, Ibu Nguyen Thi Thanh Thuy, Wakil Direktur Departemen Kebudayaan dan Olahraga Kota Ho Chi Minh, menyatakan bahwa gelar "Kota Kreatif untuk Sinema" membuka peluang besar untuk kerja sama dengan pusat-pusat kreatif di seluruh dunia. Ini merupakan kondisi yang menguntungkan bagi Kota Ho Chi Minh untuk memperkuat pertukaran, berbagi pengalaman, dan mempromosikan citra kota yang dinamis dan kreatif secara internasional. Kota ini merupakan perpaduan beragam budaya, bersama dengan energi muda dan terbuka. Tantangan saat ini bukan hanya mempertahankan gelar tersebut, tetapi juga mengembangkan komunitas kreatif, memperluas ruang kreatif, dan membangun budaya kreatif yang berkelanjutan. Ini juga merupakan tujuan yang diupayakan oleh kota, departemen-departemennya, dan industri film.
Dengan keunggulan dalam sumber daya manusia, pasar, dan audiens muda, Kota Ho Chi Minh memiliki potensi untuk menjadi "gerbang sinematik" Asia Tenggara, pusat bagi arus kreativitas, produksi bersama, dan distribusi film internasional. Judul ini dipandang sebagai "landasan peluncuran" yang akan membantu industri film kota ini bertransformasi secara signifikan, dengan tujuan pembangunan berkelanjutan dan integrasi yang lebih dalam ke dalam industri kreatif global.

Membuka pintu menuju integrasi internasional.
Bersamaan dengan kegembiraan bergabung dengan Jaringan Kota Kreatif UNESCO, Kota Ho Chi Minh sedang menyelesaikan persiapan untuk menjadi tuan rumah Festival Film Vietnam ke-24 (21-25 November). Ini adalah acara film terbesar di negara ini, yang bertujuan untuk menghargai karya-karya luar biasa, mendorong kreativitas artistik, dan mengembangkan pasar film Vietnam.
Dalam kerangka Festival Film Vietnam tahun ini, berbagai kegiatan profesional dan pertukaran film akan diselenggarakan. Secara khusus, upacara pembukaan akan berlangsung pada pagi hari tanggal 21 November di Istana Kemerdekaan, mengawali serangkaian acara yang meriah. Pada hari-hari berikutnya, penonton dan para profesional akan berpartisipasi dalam seminar dan lokakarya yang membahas perkembangan industri film, menarik kru film internasional, dan mempromosikan nilai dokumentasi gambar bergerak. Secara bersamaan, akan ada pertukaran antara seniman dan penonton, mahasiswa, pelaku bisnis, dan pekerja di berbagai lokasi di seluruh kota. Festival ini juga akan menghadirkan suasana yang semarak melalui program seni yang menggabungkan musik dan peragaan busana berdasarkan film, pemutaran film, dan pertemuan dengan kru film.
Menurut sutradara Trinh Dinh Le Minh, Festival Film Vietnam tahun ini menjanjikan sesuatu yang sangat berbeda. Sinema Vietnam memasuki periode perkembangan yang pesat dengan banyak hasil box office yang memecahkan rekor; ragam tema semakin beragam, seiring dengan kemajuan signifikan dalam produksi, teknologi, dan penulisan skenario. Sang sutradara berharap festival ini akan secara akurat mencerminkan posisi sinema Vietnam saat ini, sebuah industri film yang tidak hanya memiliki potensi besar di dalam negeri tetapi juga memperluas peluangnya untuk menjangkau Asia Tenggara dan Asia.
Aktris Kieu Trinh percaya bahwa festival film ini memiliki makna khusus karena berlangsung pada masa transformasi signifikan bagi perfilman Vietnam. Setiap festival film bukan hanya upacara penghargaan, tetapi juga kesempatan untuk merenungkan upaya diam-diam di balik kamera. Festival ini akan membantu penonton lebih menghargai film-film Vietnam dan mendorong para pembuat film untuk berani menceritakan kisah-kisah yang berakar kuat dalam budaya Vietnam; festival ini juga akan memberikan kesempatan bagi para seniman muda untuk belajar, membangun jaringan, dan menemukan motivasi lebih lanjut untuk mengejar karier mereka.
Dengan status yang baru diakui oleh UNESCO dan menjadi tuan rumah Festival Film Vietnam ke-24, Kota Ho Chi Minh secara bertahap menegaskan peran sentralnya dalam industri film negara itu; sebagai pusat ide-ide kreatif, teknologi modern, dan semangat inovasi berkelanjutan.
Dari gambar-gambar bersejarah yang menangkap esensi Saigon - Kota Ho Chi Minh melalui berbagai era hingga proyek-proyek film muda yang menjanjikan saat ini, kota ini terus menulis kisah perkembangannya melalui bahasa gambar dan emosi. Ini bukan hanya kesempatan emas untuk menembus industri film, tetapi juga kesempatan untuk mempromosikan citra Vietnam yang dinamis, terintegrasi, dan kreatif kepada masyarakat internasional secara luas.
Sumber: https://baohaiphong.vn/mo-ra-hanh-trinh-moi-de-dien-anh-viet-nam-vuon-tam-525918.html










Komentar (0)