
Setiap bidang tanah akan menyertakan koordinat internasional.
Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup baru saja mengeluarkan Surat Edaran yang menetapkan peraturan teknis untuk mengintegrasikan isi survei dan pemetaan kadaster, pendaftaran tanah, pencatatan kadaster, dan pembangunan basis data tanah nasional.
Sesuai peraturan, kode identifikasi bidang tanah adalah rangkaian karakter yang ditetapkan berdasarkan struktur terpadu, yang mencerminkan informasi dasar seperti unit administrasi, lembar peta, dan nomor bidang tanah. Setiap bidang tanah hanya diberi satu kode unik, yang digunakan di seluruh proses pendaftaran, penerbitan sertifikat, pembaruan perubahan penggunaan lahan, dan manajemen catatan. Peraturan tersebut juga menetapkan proses terpadu untuk membangun kode identifikasi bidang tanah dari tingkat pusat hingga daerah. Di masa mendatang, kode identifikasi bidang tanah akan mengintegrasikan koordinat geografis sesuai standar internasional. Hal ini juga akan menjadi dasar untuk penerapan layanan publik daring dan transaksi elektronik terkait tanah.
Menurut surat edaran tersebut, proses pembuatan kode identifikasi bidang tanah terdiri dari empat langkah:
Langkah 1, mengidentifikasi titik karakteristik bidang tanah: pada lapisan data spasial bidang tanah, tentukan koordinat posisi (X, Y) dari titik karakteristik bidang tanah dalam sistem koordinat VN2000 sesuai dengan meridian tengah setiap lokasi.
Titik karakteristik suatu bidang tanah adalah titik yang terletak di dalam batas bidang tanah tersebut, yang ditentukan dari koordinat titik-titik sudut bidang tanah menggunakan algoritma Polygonlabel, dengan memastikan bahwa titik tersebut terletak jauh di dalam batas bidang tanah, jauh dari tepi bidang tanah.
Langkah 2 melibatkan konversi posisi dari sistem koordinat Vietnam VN2000 ke sistem koordinat internasional WGS84. Ini melibatkan konversi posisi titik-titik karakteristik bidang tanah dalam sistem koordinat VN2000 ke koordinat geografisnya (lintang dan bujur) dalam sistem koordinat geografis global WGS84. Rumus untuk konversi dari sistem koordinat VN2000 ke sistem koordinat internasional WGS84 mengikuti peraturan yang berlaku saat ini.
Langkah 3, mengkodekan lokasi titik-titik karakteristik bidang tanah: gunakan algoritma GeoHash untuk mengkodekan koordinat geografis (lintang dan bujur) menjadi rangkaian 12 karakter alfanumerik. Pengidentifikasi bidang tanah adalah rangkaian karakter yang telah dikodekan.
Langkah 4: Perbarui pengidentifikasi bidang tanah di kolom kode bidang tanah pada tabel data yang terkait dengan bidang tanah di grup data spasial kadaster dan grup data atribut kadaster dari basis data kadaster.
Sumber: https://vtv.vn/moi-thua-dat-se-tich-hop-toa-do-quoc-te-100260409151909775.htm






Komentar (0)