Mourinho tidak mampu memenangkan liga bersama Benfica. |
Namun, ironisnya, rekor tak terkalahkan yang mengesankan itu pun masih belum cukup untuk membantu "Elang" meraih gelar juara. Ini juga bisa menjadi pertandingan terakhir Mourinho bersama Benfica sebelum menerima tawaran untuk melatih Real Madrid.
Di stadion Antonio Coimbra da Mota, Benfica memulai pertandingan dengan eksplosif dan hampir menentukan kemenangan dalam waktu kurang dari 20 menit. Pada menit ke-7, Richard Rios membuka skor setelah terjadi kemelut dari tendangan sudut. Pada menit ke-15, Alexander Bah menggandakan keunggulan dengan penyelesaian jarak dekat sebelum Rafa Silva membuat skor menjadi 3-0 hanya satu menit kemudian.
Penampilan dominan Benfica di babak pertama menunjukkan efektivitas mereka di bawah asuhan Mourinho. Tim tamu melepaskan 19 tembakan, 8 di antaranya tepat sasaran. Tekanan tinggi dan transisi cepat mereka membuat Estoril praktis tak berdaya sepanjang pertandingan.
Namun, babak kedua mencerminkan masalah yang menyebabkan Benfica kehilangan gelar juara musim ini. Tim Mourinho sengaja memperlambat tempo permainan, sehingga Estoril mampu menciptakan lebih banyak peluang berbahaya. Kiper Anatolii Trubin harus melakukan lima penyelamatan untuk mempertahankan keunggulan tim tamu.
Perubahan yang dilakukan pelatih Ian Cathro secara signifikan meningkatkan performa Estoril. Kevin Boma membawa stabilitas pada pertahanan, sementara Peixinho mencetak gol hiburan di waktu tambahan.
Meskipun menyelesaikan musim tanpa terkalahkan, Benfica hanya mampu mengamankan posisi ketiga di belakang Porto dan Sporting Lisbon. Ini adalah skenario langka dalam sepak bola Eropa modern, di mana tim yang tetap tak terkalahkan tetap pulang dengan tangan kosong dalam perebutan gelar juara.
Sumber: https://znews.vn/mourinho-bat-bai-ca-mua-giai-post1652217.html






Komentar (0)